Arena

Ajaib! Sempat Dinyatakan Meninggal, Pegawai Kemenpora Selamat dari Tsunami

Sempat dikabarkan meninggal dunia, pegawai Kemenpora Sri Hartini berhasil selamat dari bencana dahsyat tsunami Selat Sunda.

Galih Priatmojo

Pegawai Kemenpora yang menjadi salah satu korban tsunami Selat Sunda, Sri Hartini, di RSON, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (27/12/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pegawai Kemenpora yang menjadi salah satu korban tsunami Selat Sunda, Sri Hartini, di RSON, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (27/12/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

Bolatimes.com - Sempat dikabarkan meninggal dunia, pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora ), Sri Hartini (54) berhasil  selamat dari bencana gelombang tsunami di Selat Sunda yang menerjang kawasan pantai Banten pada, Sabtu (22/12/2018) malam WIB.

Menurut kesaksian Hartini, usai lolos dari maut, dirinya sempat berpisah dengan rombongan petugas Kemenpora.

Hartini memperkirakan hal itulah yang membuat banyak pihak tak mengetahui keberadaannya hingga berasumsi dirinya telah meninggal.

"Saat orang-orang menuju ke bukit (dataran tinggi) karena takut ada tsunami susulan, saya sudah tak kuat berjalan," ujar Sri Hartini saat ditemui di Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (27/12/2018) malam WIB.

"Karena dada saya terasa sesak, saat itu saya memilih bersender di pohon yang sudah roboh. Disitulah mungkin saya berpisah (dengan rombongan Kemenpora), karena saya ditolong warga (untuk) pergi ke klinik," paparnya.

Sebelum gelombang tsunami menerjang pantai Tanjung Lesung, Sri Hartini menyebut tengah berkumpul untuk menghadiri acara ramah tamah Kemenpora di restoran yang berada di pinggir pantai.

Usai seluruh pegawai saling bertukar kado, listrik di kawasan tersebut disebutnya tiba-tiba padam.

Saat itu, Hartini tak sedikit pun berprasangka buruk atas keganjilan tersebut.

Perempuan yang berdomisili di Depok, Jawa Barat, itu mengaku masih bisa bersantai sambil menduga-duga bahwa aliran listrik akan kembali menyala.

Namun nahas, bukan nyala lampu yang mereka dapati, tapi justru gelombang tsunami yang datang menerjang, meluluhlantahkan mereka semua.

"Saat itu kan sedang terang bulan ya, jelas banget kelihatan bagaimana ombak sangat tinggi menghampiri kami. Saat itu saya langsung tergulung seperti naik ayunan," ujar Sri Hartini.

 

Berita ini sudah dimuat di suara.com

Berita Terkait

Berita Terkini