Timespedia

Jenis-jenis Passing dalam Olahraga Basket, Bounce Pass hingga Chest Pass

Ada 9 jenis passing dalam olahraga basket yang perlu diketahui

Irwan Febri Rialdi

Pemain Timnas Basket Indonesia. Vincent Rivaldi Kosasih. (Instagram/vincent_vrk)
Pemain Timnas Basket Indonesia. Vincent Rivaldi Kosasih. (Instagram/vincent_vrk)

Bolatimes.com - Berikut jenis-jenis Passing atau operan yang biasa dikenal dalam olahraga terpopuler di Amerika Serikat, yakni bola basket.

Bola basket atau basket, dikenal sebagai salah satu olahraga terpopuler di dunia. Olahraga ini sangat tenar di Amerika Serikat berkat kompetisi NBA-nya.

Tak hanya populer di Amerika Serikat, basket juga menjadi salah satu olahraga yang digemari di belahan dunia lainnya, salah satunya Indonesia.

Sama seperti sepak bola, olahraga basket banyak dimainkan para pemuda di kala senggang dan bahkan masuk dalam ekstrakurikuler di setiap sekolah di Tanah Air.

Namun, basket sendiri tak sementereng sepak bola. Walau demikian, basket sendiri memiliki gaya permainan yang sama dengan sepak bola.

Gaya permainan ini sendiri berkaitan dengan kerja sama tim. Basket maupun sepak bola mengandalkan kerja sama tim untuk memasukkan bola ke ring ataupun mencetak gol.

Meski begitu, basket memiliki gaya kerjasama yang rumit. Kerumitan ini terlihat dari banyaknya jenis Passing atau operan yang ada dalam olahraga ini.

Apa saja jenis-jenis passing di olahraga basket? Berikut daftarnya.

1. Behind the Back Pass

Dalam olahraga basket, dikenal suatu jenis operan yang bernama Behind the Back Pass. Gaya mengoper ini dikenal untuk mengelabui lawan.

Cara dalam melakukan Passing ini yakni menaruh bola di belakang punggung dan dengan cepat melepaskan bola ke rekan setim.

2. Baseball Pass

Baseball Pass dalam olahraga basket merupakan cara mengoper bola kepada rekan setim yang berada dalam posisi terbilang jauh.

Cara untuk melakukan Passing ini sama seperti saat melakukan lemparan di Baseball, yakni satu kaki berada di depan dan melepaskan bola dengan satu tangan dan tangan satunya untuk menyeimbangkan badan.

3. Chest Pass

Sama seperti namanya, Chest Pass sendiri merupakan teknik mengoper bola dekat dengan dada. Dalam basket, teknik ini dilakukan dengan mengoper bola dari depan dada.

Teknik Chest Pass ini biasanya menggunakan dua tangan untuk melemparkan bola dengan kekuatan tertentu sesuai jarak dengan rekan setim.

4. Bounce Pass

Bounce Pass merupakan teknik Passing yang biasa digunakan untuk memberikan operan kepada rekan setim saat dijaga dengan ketat.

Biasanya, lawan akan mengangkat tangan untuk menghalau operan. Alhasil, pemain melakukan Bounce Pass dengan memantulkan bola ke lantai menuju arah rekan setim.

5. Hook Pass

Hook Pass merupakan teknik mengoper menggunakan satu lengan yang didahului dengan lompatan agar bisa melewati lawan.

Untuk menerapkannya, pemain harus melakukan Drive bola lalu menaruh bola di antara pundak dan telinga, kemudian mengangkat bola dan dilepaskan ke rekan setim.

6. Hand off Pass

Hand off Pass sendiri merupakan teknik operan tanpa mengoper sama sekali. Hal ini biasanya dilakukan saat pemain dikawal secara ketat.

Cara menerapkannya yakni bola berada dalam penguasaan sembari menunggu rekan setim datang dan menunggu bola yang ada di tangan diambil oleh rekan setim sembari melakukan Pick and Roll.

7. One-Hand Push

One-Hand Push dikenal sebagai Shoulder Pass. Operan ini biasanya dilakukan di atas pundak lawan agar lawan bisa dikelabui.

Cara menggunakannya pun biasanya memakai satu tangan dalam posisi Triple Threat, kemudian melepaskan bola entah ke arah kanan dan kiri di samping telinga lawan.

8. Overhead Pass

Overhead Pass merupakan teknik mengoper bola kepada rekan yang lebih tinggi, agar tak bisa dijangkau oleh lawan.

Cara melakukan operan ini yakni menggunakan dua tangan dan melepaskan bola di atas kepala lawan agar rekan yang tinggi bisa menerima bola.

9. Underhand Pass

Underhand Pass merupakan teknik mengoper dari bawah menggunakan dua tangan dengan memposisikan tangan di belakang dan melakukan dorongan ke depan.

Dalam menerapkannya, teknik ini bisa didahului dengan Fake Shot agar lawan berada dalam posisi blok, dan pemain bisa melepaskan operan lewat bawah agar lawan tak bisa menggapainya.

Kontributor: Felix Indrajaya

Berita Terkait

Berita Terkini