Liga

Manchester City Dihajar Leicester di Etihad, Ini Komentar Pep Guardiola

Manchester City harus menelan kekalahan memalukan 2-5 di kandang sendiri dari Leicester City.

Arsito Hidayatullah

Pep Guardiola saat memimpin timnya Manchester City bertanding. (ANTHONY DEVLIN / AFP)
Pep Guardiola saat memimpin timnya Manchester City bertanding. (ANTHONY DEVLIN / AFP)

Bolatimes.com - Manajer klub Manchester City, Pep Guardiola, mengungkapkan alasan kenapa timnya bisa dikalahkan dengan skor telak 2-5 di kandang sendiri oleh Leicester City. Menurutnya, para pemain yang tak sabar setelah disamakan skornya, membuat mereka akhirnya takluk dari Leicester yang tampil defensif.

City sendiri tampil dominan setelah mantan gelandang Leicester, Riyad Mahrez, memberi keunggulan pada menit-menit awal. Namun pola permainan mereka malah kacau setelah Jamie Vardy menyarangkan gol penyama kedudukan dari titik penalti pada menit ke-37.

"Mereka tak ingin bertanding. Mereka bertahan jauh ke dalam dan hanya menginginkan serangan balik," kata Guardiola kepada BBC, setelah menyaksikan timnya dibobol lima gol untuk pertama kalinya, pada laga ke-686 dirinya menukangi City.

"Mereka mencetak gol kali pertama mereka sampai dan total mengemas tiga penalti, jadi itu sulit sekali bagi kami. Gagal menciptakan peluang membuat kami gugup dan cemas," kata Guardiola seperti dikutip Antara dari Reuters.

Absennya dua striker Sergio Aguero dan Gabriel Jesus karena cedera, membuat City seperti macan ompong, sekali pun mereka mendominasi penguasaan bola.

Sebaliknya, pertahanan mereka rapuh sehingga setiap kali Vardy merangsek maju, setiap kali itu pula menciptakan masalah terhadap barisan depan Manchester City.

Vardy mencetak dua gol dari penalti dan satu lagi dari finis lewat tumit, sedangkan James Maddison dan Youri Tielemans masing-masing mempersembahkan dua gol terakhir.

Guardiola menyesalkan hilangnya keseimbangan timnya, namun berjanji bangkit setelah City kemasukan lima gol dalam pertandingan liga di kandang sendiri yang terjadi sejak Arsenal mengalahkan mereka 1-5 pada Februari 2003.

"Ini memang hasil yang berat tetapi saya tidak akan menyerah. Saya akan mencari solusi agar tim ini stabil," kata dia.

"Pemain-pemain saya mungkin beranggapan mereka tidak bermain cukup baik setelah kebobolan, tetapi kami pada tahap itu kami sedang mendominasi," sambung dia.

"Masalahnya adalah kami memberikan tekanan ekstra pada diri kami sendiri untuk mencetak gol kedua dan ketiga. Kami harus lebih tenang, kami harus lebih sabar," pungkas Pep Guardiola.

*Artikel ini sebelumnya juga sudah dipublikasikan di Suara.com.

Berita Terkait

Berita Terkini