Liga

3 Alasan Mengapa Arsenal Kalah dari Manchester City

Beberapa keputusan Unai Emery terbilang aneh saat Arsenal kalah dari Manchester City.

Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi

Arsenal vs Manchester City. (Dok. Arsenal.com).
Arsenal vs Manchester City. (Dok. Arsenal.com).

Bolatimes.com - Hasil pertandingan Arsenal vs Manchester di Emirates Stadium dimenangkan oleh tim tamu sekaligus juara bertahan Liga Inggris dengan skor 0-2, Minggu (12/8/2018).

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri tak membuat Arsenal terbantu saat menjamu Manchester City.

Mesut Ozil cs bahkan sudah kebobolan saat waktu baru memasuki menit ke-14. Rahem Sterling berhasil membuat The Citizens unggul pada babak pertama.

Pada babak kedua, Bernardo Silva memberi mimpi buruk untuk tuan rumah sekaligus menggenapkan kemenangan 2-0 Arsenal atas Manchester City. Hasil buruk itu menjadi kekalahan pertama Unai Emery pada laga resmi Arsenal.

Kekalahan Arsenal sendiri kurang lebih disebabkan karena beberapa alasan. Melansir dari Sportkeeda, berikut Bolatimes.com merangkum.

1. Penampilan buruk Masut Ozil dan Henrikh Mkhitaryan

Masut Ozil dan Henrikh Mkhitaryan yang merupakan pencipta serangan utama Arsenal gagal tampil dominan ketika melawan Manchester City. Duo pengatur serangan itu tampak tidak nyaman dalam strategi baru Emery.

Ozil telah berada dalam tekanan dalam beberapa minggu terakhir, tampak jauh dari yang terbaik. Dia bertanggungjawab atas deretan operan yang salah sasaran tak seperti biasanya.

Dilansir dari Squawka, Ozil 19 kali salah memberi umpan.

Twitter/@Arsenal
Twitter/@Arsenal

Sementara itu, peran Mkhitaryan di sisi sayap hampir nihil kontribusi. Dia hanya membuat satu umpan silang, kehilangan lima duel, dan tetap tidak efektif melalui permainan.

Penampilan buruk dua kretaor serangan itu membuat Pierre-Emerick Aubameyang dan Aaron Ramsey kurang mendapat asupan umpan.

2. Terlambat turunkan Lucas Torreira

Penandatangan bek tangguh Urugauy, Lucas Torreira disambut baik oleh para pengemar Arsenal. Ia diharapkan bisa memperkuat lini pertahanan The Gunners untuk menyongsong musim baru.

Namun, sebuah langkah engejutkan diambil oleh Unai Emery. Ia memutuskan tidak memasang Lucas Totteira dan sebaliknya memberi kepercayaan untuk bek muda, Matte Guendouzi.

Totteira dimainkan pada babak kedua dan menunjukan dampak positif, tetapi itu dinilai terlambat bagi skuat London Utara.

3. Kurangnya waktu yang diberikan untuk duet Aubameyang-Lacazete

Sejak Aubameyang didatangkan dari Borussia Dortmund ke Arsenal pada Januari 2018, ia tampil apik saat duet bersama Alexandre Lacazette dengan berhasil menyarangkan 10 gol dari 13 laga.

Mereka selalu berada di lini depan saat pra-musim Arsenal dan sukses mencetak delapan gol dari empat pertandingan.

Twitter/@arsenal
Twitter/@arsenal

Tetapi pada laga melawan Manchester City, Lacazette secara mengejutkan tak dipasang sebagai starting line-up. Keputusan itu membuat Aubameyang lapar akan layanan Lacazette yang biasa berada di sisinya.

Lacazette dimasukkan sebagai pemain pengganti dan terlihat menghidupkan nuansa penyerangan Arsenal. Namun, gol Bernardo Silva membunuh permainan The Gunners dan duet Arsenal tidak memiliki banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan.

loading...

Berita Terkait

Berita Terkini