Bolatainment

Kisah Eks Pemain Crystal Palace yang Jadi Bintang Porno, Menyesal karena Rasanya Tidak Enak

Ia mengira akan enak menjadi bintang porno, tetapi ternyata tidak

Irwan Febri Rialdi

Mantan pemain Crystal Palace, Damian Oliver. (Instagram/@damianoliverofficial)
Mantan pemain Crystal Palace, Damian Oliver. (Instagram/@damianoliverofficial)

Bolatimes.com - Mantan pemain Cristal Palace, Damian Oliver, akhirnya mengungkapkan pengalamannya seusai meninggalkan dunia klub bundar dan banting setir ke industri film porno.

Eks-pemain Crystal Palace itu mengakui, menjadi aktor yang membintangi film porno ternyata tidak semenyenangkan seperti yang dipikirkan oleh kebanyakan orang.

Sebelum terjun ke industri film porno, Damian Oliver mengakui bahwa dirinya harus menghabiskan waktunya di penjara. 

Pada masa-masa awal kariernya sebagai bintang film porno, dia harus melangsungkan pengambilan gambar selama enam jam non-stop.

Dari aktivitas yang penuh dengan keringat itu, dia hanya mendapatkan bayaran sebesar 150 pounds, atau setara dengan Rp 2,7 juta.

Tak hanya itu saja, saat membagikan ceritanya itu dalam sebuah siniar atau podcast yang berjudul ‘Anything Goes with James English’ itu, dia juga menyebut bahwa pengalaman pertamanya sangat mengerikan.

“Itu sangat menakutkan. Saat berada di set pertama saya, juru kamera di sana adalah seorang Irlandia besar dengan kepala botak,” kata Damian Oliver, dikutip dari Sport Bible.

“Dia cukup menakutkan. Saya harus mengeluarkan penis saya di depannya dan mulai bercinta dengan pemeran perempuan,” lanjutnya.

Karena situasi yang penuh tekanan itu, Oliver mengakui bahwa dirinya sempat kesulitan untuk mengeksekusi adegan demi adegan.

“Orang-orang biasa mengatakan kepada saya, ‘Anda bisa tetap melakukan semuanya’. Karena mereka tahu bahwa saya biasa tidur dengan gadis-gadis,” katanya.

“Saya adalah seorang pemain dan mereka berkata, “Anda mungkin juga bisa dibayar untuk itu (hubungan seksual),” ia menambahkan.

Oliver mengakui, keputusannya untuk bekerja sebagai aktor film porno dilakukan untuk menambah pemasukan. Sebetulnya, dia juga bekerja sebagai pelukis dan tukang dekorasi.

Dari pengalamannya itu, Oliver menyebut bahwa pekerjaan yang digelutinya itu ternyata sangat berbeda dengan bayangan orang-orang.

“Ketika saya masih berada di Crystal Palace, saya tahu bahwa saya bisa mendapatkan lebih banyak uang jika saja terus bertahan bersama mereka,” ujarnya.

“Dulu saya sangat jago berkelahi. Mungkin saja saat itu bisa membuat saya menggeluti profesi lainnya,” lanjutnya.

“Saya sangat lihai kalau kedua hal tersebut. Namun, saat itu saya berpikir bahwa menjadi bintang film porno akan terasa enak. Namun, kenyataannya hal itu tidak seenak yang dipikirkan orang-orang,” tambahnya.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini