Bolatainment

Gara-gara Ketemu Lionel Messi, Bocah Ini Jadi Target Taliban

Murtaza dan keluarga harus melarikan diri dari kampung halamannya.

Galih Priatmojo

Murtaza Ahmadi yang pernah bertemu Lionel Messi kini hidupnya dalam ancaman Taliban. [WAKIL KOHSAR / AFP]
Murtaza Ahmadi yang pernah bertemu Lionel Messi kini hidupnya dalam ancaman Taliban. [WAKIL KOHSAR / AFP]

Bolatimes.com - Masih ingatkah dengan bocah Afganistan bernama Murtaza Ahmadi yang sempat viral gegara mengenakan jersey Argentina dari plastik bertulis nama Lionel Messi? Siapa sangka setelah tenar dan dikunjungi sang bintang Barcelona, hidup bocah itu justru terancam.

Bermula dari dua tahun lalu ketika fotonya saat mengenakan jersey dari kantong plastik bertulis nama Lionel Messi viral. Sekitar sebelas bulan setelah jadi perhatian, Murtaza akhirnya benar-benar terwujud mimpinya bertemu sang idola di Qatar.

Tak hanya berfoto bersama, Murtaza juga mendapatkan dua jersey dan sebuah bola dari Lionel Messi yang sudah dibubuhi tanda tangan.

Murtaza Ahmadi yang pernah bertemu Lionel Messi kini hidupnya dalam ancaman Taliban. [STR, KARIM JAAFAR / AFP]
Murtaza Ahmadi yang pernah bertemu Lionel Messi kini hidupnya dalam ancaman Taliban. [STR, KARIM JAAFAR / AFP]

 

Namun, kisah bahagia itu tampaknya justru jadi awal bencana bagi Murtaza dan keluarganya. Dilansir dari cnn.com, Murtaza dan keluarganya jadi salah satu target kelompok bersenjata Taliban.

Pada akhir tahun lalu, Taliban merangsek menguasai distrik Jaghori di Ghazni tempat Murtaza tinggal. Murtaza dan keluarga pun jadi target Taliban setelah namanya terkenal usai bersua Lionel Messi di Qatar.

"Dari hari Murtaza menjadi terkenal, kehidupan menjadi sulit bagi keluarga kami," kata ibundanya, Shafiqa.

"Tidak hanya Taliban tetapi beberapa kelompok lain juga mulai berpikir bahwa Messi mungkin telah memberinya banyak uang. Kami berhenti mengirimnya ke sekolah dan kami terus menerus diancam," ungkapnya.

Lantaran terus mendapat tekanan dan ancaman, Murtaza dan keluarga berhasil dibawa melarikan diri oleh sang ayah ke kota terdekat Bamyan.

"Terakhir kali saya melihat ayah saya pada hari pertama kami datang ke sini. Lalu dia kembali dan saya belum melihatnya sejak itu. Saya sangat merindukannya. Ketika ia menghubungi ibu saya juga berbicara padanya," kata Murtaza.

Berita Terkait

Berita Terkini