Bolatainment

DJ Calvin Harris Selalu Kawal Persebaya Bertanding di Liga 1

Calvin Harris punya hubungan dekat dengan Persebaya Surabaya.

Stephanus Aranditio

DJ asal Inggris, Calvin Harris (AFP)
DJ asal Inggris, Calvin Harris (AFP)

Bolatimes.com - Persebaya Surabaya menjadi tim yang menakutkan semenjak dipegang oleh duet pelatih Djadjang Nurdjaman dan asisten pelatih Bejo Sugiantoro sejak putaran kedua, salah satu kunci kesuksesan berawal dari ritual di ruang ganti pemain. DJ asal Inggris, Calvin Harris jadi salah satu yang berjasa kepada skuat Bajul Ijo.

Djadjang Nurdjaman dan Bejo Sugiantoro selalu memompa motivasi para pemain agar siap bertanding mati-matian demi Persebaya Surabaya dengan memutar musik.

Dilansir bolatimes.com dari persebaya.id, tim oficial Persebaya selalu menyiapkan speaker portable ke ruang ganti untuk memutar musik. Dentuman electronic dance music (EDM) selalu bergema di ruang ganti pemain Persebaya. Lagu-lagu membakar semangat dari Calvin Harris kerap dipilih.

Calvin Harris selalu menemani persiapan para pemain Persebaya saat mengenakan kelengkapan bertanding di ruang ganti pemain. 

Setelah semua pemain siap, Djanur dan Bejo hadir ditengah mereka dan langsung menginstruksikan strategi yang akan dipakai pada setiap pertandingan dengan menggunakan papan tulis putihnya.

''Sejak awal harus waspada. Langsung agresif, Siap boy..! Siap boy..! Siap boy..!'' teriak Djanur membangkitkan semangat pemain Persebaya.

Psikolog Afif Kurniawan sedang memilih lagu yang akan diputar di ruang ganti Persebaya. Tampak dia melakukan hal itu di ruang ganti Stadion Mandala, Jayapura, pada 30 Oktober lalu. (Satrio Wicaksono/Persebaya.id)
Psikolog Afif Kurniawan sedang memilih lagu yang akan diputar di ruang ganti Persebaya. Tampak dia melakukan hal itu di ruang ganti Stadion Mandala, Jayapura, pada 30 Oktober lalu. (Satrio Wicaksono/Persebaya.id)

 

Bejo Sugiantoro yang juga merupakan pemain legenda Persebaya Surabaya selalu menekankan kepada pemain sebelum keluar ruang ganti agar selalu menjaga nama baik Persebaya ketika di lapangan.

''Jaga nama kalian. Jaga nama di dada. Tunjukkan pada semua orang, bahwa kalian bisa,'' tegas Bejo.

Ritual ini kemudian ditutup dengan doa bersama seluruh pelatih, pemain, dan oficial yang ditutup dengan 'tos' bersama sebelum keluar ruang ganti.

Berita Terkait

Berita Terkini