Bolatainment

Cerita Sadio Mane Kecil yang Sempat Dipaksa Jadi Seorang Guru

Sadio Mane dianggap hanya buang-buang waktu dengan bermain bola.

Stephanus Aranditio

Selebrasi Sadio Mane saat sukses menjebol gawang West Ham United, Minggu (12/8/2018). (Twitter/@LFC).
Selebrasi Sadio Mane saat sukses menjebol gawang West Ham United, Minggu (12/8/2018). (Twitter/@LFC).

Bolatimes.com - Penyerang Liverpool, Sadio Mane bercerita tentang masa kecilnya di desa kecil bernama Sedhiou, di tepian sungai Casamance, Senegal. Orang tuanya pernah melarang Mane berkarier di dunia sepak bola.

Manurut orang tuanya, kegigihan Sadio Mane untuk menjadi pemain sepak bola profesional hanyalah buang-buang waktu belaka. Namun, ia berjuang dan kemudian menjelma menjadi satu-satunya pemain asal Sedhiou yang sukses di tanah Eropa.

''Saya lahir di sebuah desa di mana belum pernah ada pemain sepakbola yang berhasil di kejuaraan besar,'' kata Sadio Mane.

Pemain kelahiran 10 April 1992 itu menjelaskan pada waktu kecil ia pernah disuruh oleh orang tuanya untuk menjadi seorang guru, namun ia menolak dan fokus mengejar impian menjadi pemain sepak bola.

Pemain Liverpool Sadio Mane saat melawan West Ham di Stadion Alfield (Liverpool FC)
Pemain Liverpool Sadio Mane saat melawan West Ham di Stadion Alfield (Liverpool FC)

 

''Saya ingat bahwa ketika saya masih kecil, orang tua saya merasa bahwa saya harus belajar untuk menjadi seorang guru. Mereka pikir sepak bola adalah buang waktu dan saya tidak akan pernah berhasil.''

''Saya selalu berkata: 'Ini adalah satu-satunya pekerjaan yang akan memungkinkan saya untuk membantu orang tua. Dan saya pikir saya memiliki kesempatan untuk menjadi pemain sepakbola,'' jelas Manes.

Orang tua Sadio Mane tetap yakin bahwa tidak akan ada pemain sepak bola yang berhasil dari Sedhiou, Senegal karena mereka hanya kota pinggiran.

''Mereka tidak yakin tentang hal itu karena saya jauh dari ibu kota dan hampir tidak ada orang dari sana yang berhasil. Jadi mereka menentang ide saya, dan mereka tidak pernah percaya, sampai pada hari ketika saya menandatangani kontrak profesional pertama saya,''

Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane saat melawan West Ham (Oli Scarff/AFP)
Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane saat melawan West Ham (Oli Scarff/AFP)

 

Pemain bernomor punggung 9 di Liverpool itu mengatakan orang tua akhirnya menerima pilihan karier dan mendukung keputusannya.

''Bagi mereka, itu tidak mungkin. Mereka tidak salah karena itu benar-benar tidak mudah, tetapi saya ingin mewujudkan impian saya menjadi pemain bola.''

''Aku memberikan segalanya. Itu sampai pada titik di mana mereka tidak punya pilihan, jadi mereka mulai mendukungku, dan itu berhasil. Hari ini, mereka semua bangga,'' tegas Mane.

Tim profesional pertama Sadio Mane di Senegal adalah Akademi Generation Foot. Pada usia 19 tahun, Mane baru menginjakkan kaki di Eropa bergabung bersama klub Prancis, FC Metz B pada 2011.

Satu tahun di Prancis, ia pindah ke Bundesliga Jerman bersama Red Bull Salzburg pada 2012. Dua tahun di Jerman, ia kemudian hijrah ke Prancis bersama Southampton pada 2014 dan dibeli Liverpool pada 2016.

Kini Sadio Mane yang sudah berusia 26 tahun menjadi pemain penting bersama trisula Firmansah (Firmino-Mane-Salah) di lini depan Liverpool yang menakutkan di Liga Primer Inggris.

Berita Terkait

Berita Terkini