🏆 FIFA World Cup 2026
Round of 32 · Friday 03 July 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
Switzerland 2
Algeria 0
Round of 32 · Friday 03 July 2026
📍 Miami Stadium, Miami
Argentina 3
Cabo Verde 2
Round of 32 · Thursday 02 July 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
Spain 3
Austria 0
Round of 32 · Thursday 02 July 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
USA 2
Bosnia and Herzegovina 0
Round of 32 · Thursday 02 July 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Portugal 2
Croatia 1
Round of 32 · Wednesday 01 July 2026
📍 Mexico City Stadium, Mexico City
Mexico 2
Ecuador 0
Round of 32 · Wednesday 01 July 2026
📍 Atlanta Stadium, Atlanta
England 2
Congo DR 1
Round of 32 · Wednesday 01 July 2026
📍 Seattle Stadium, Seattle
Belgium 3
Senegal 2
Round of 32 · Tuesday 30 June 2026
📍 New York/New Jersey Stadium, New Jersey
France 3
Sweden 0
Round of 32 · Tuesday 30 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
Côte d'Ivoire 1
Norway 2
Round of 32 · Monday 29 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Brazil 2
Japan 1
Round of 32 · Sunday 28 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
South Africa 0
Canada 1
First Stage · Group J Sunday 28 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
Jordan 1
Argentina 3
First Stage · Group J Sunday 28 June 2026
📍 Kansas City Stadium, Kansas City
Algeria 3
Austria 3
First Stage · Group G Saturday 27 June 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
New Zealand 1
Belgium 5
First Stage · Group G Saturday 27 June 2026
📍 Seattle Stadium, Seattle
Egypt 1
IR Iran 1
First Stage · Group H Saturday 27 June 2026
📍 Guadalajara Stadium, Guadalajara
Uruguay 0
Spain 1
First Stage · Group L Saturday 27 June 2026
📍 New York/New Jersey Stadium, New Jersey
Panama 0
England 2
First Stage · Group K Saturday 27 June 2026
📍 Miami Stadium, Miami
Colombia 0
Portugal 0
First Stage · Group K Saturday 27 June 2026
📍 Atlanta Stadium, Atlanta
Congo DR 3
Uzbekistan 1
First Stage · Group H Saturday 27 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Cabo Verde 0
Saudi Arabia 0
First Stage · Group L Saturday 27 June 2026
📍 Philadelphia Stadium, Philadelphia
Croatia 2
Ghana 1

Kisah Memprihatinkan di Balik Pembuatan Jersey Manchester United

Jersey laris manis, tetapi ada kisah memprihatinkan dibalik pembuatan jersey Manchester United.

Tinwarotul Fatonah | Andiarsa Nata | BolaTimes.com
Minggu, 05 Agustus 2018 | 19:45 WIB
Jersey baru Manchester United (@manchesterunited/Instagram)

Jersey baru Manchester United (@manchesterunited/Instagram)

Bolatimes.com - Jersey Manchester United memang menjadi jersey yang laris manis dijual dipasaran. Memiliki pendukung yang begitu banyak di seluruh dunia, tapi siapa sangka di balik jersey terkenalnya yang identik berwarna merah itu terdapat kisah yang memprihatinkan. Pekerja yang membuat jersey tersebut dibayar tidak sesuai dengan upah yang seharusnya mereka terima.

Manchester United adalah salah satu klub besar Liga Inggris dan salah satu klub terkaya di dunia. Pemain bintangnya saja bisa mendapat bayaran 450 ribu poundsterling atau Rp 8,4 miliar per pekan.

Ketika klub Setan Merah ini mengeluarkan jersey terbarunya beberapa waktu lalu, jersey tersebut pun dibanderol dengan harga yang fantastis. Pendukung Manchester United harus merogoh kocek senilai 110 poundsterling atau sekitar Rp 2 juta untuk mendapatkan jersey terbaru The Red Devils.

Namun di balik harga fantastis jersey Manchester United tersebut, terdapat kisah yang memprihatinkan yang menimpa pekerja pembuat jersey klub raksasa Inggris itu.

Berdasarkan Daily Mail, jersey Manchester United itu dibuat di sebuah pabrik yang berada di negara Kamboja. Jersey tersebut dikabarkan dibuat oleh pekerja wanita yang dibayar sekitar 31 poundsterling atau sekitar Rp 584 ribu per minggu. Angka itu menurut laporan berada dibawah upah hidup di negara Kamboja.

Para pekerja wanita itu bahkan menceritakan hidupnya yang hanya mempu membayar rumah kumuh dari kerja kerasnya tersebut.

Seorang pekerja yang telah memiliki keluarga berjumlah empat orang mengatakan, mereka harus tinggal di rumah yang memiliki kamar sempit yang memiliki harga sewa 46 poundsterling atau sekitar Rp 866 ribu per bulan. Itu pun mereka harus berbagi dengan tiga keluarga lainnya.

Jersey Manchester United yang dibuat oleh pekerja wanita di Kamboja (Dok. Daily Mail)
Jersey Manchester United yang dibuat oleh pekerja wanita di Kamboja (Dok. Daily Mail)

Mata uang Kamboja adalah Riel, tetapi para pekerja dibayar dalam dolar Amerika Serikat. Mereka menerima 172 dolar AS (132 poundsterling) atau sekitar 2,5 juta per bulan.

Para pekerja juga mendapat tunjangan makanan dan transportasi. Jika ditotalkan dengan lembur, mereka mengatakan dapat meningkatkan penghasilan mereka hingga 250 dolar AS (192 poundsterling) atau sekitar Rp 3,6 juta per bulan.

Namun angka tersebut masih jauh di bawah upah yang telah ditetapkan oleh Aliansi Penghasilan Asia yang menetapkan 367 pounsterling atau Rp 6,9 juta sebulan.

Baca Juga: Debut Alisson Becker Dapat Komentar Positif dari Jurgen Klopp

Para pekerja juga mengeluh karena mendapat kecamanan oleh pengawas jika mereka gagal menghasilkan setidaknya 60 jersey per jam. Terkadang juga mereka dituntut untuk membuat 100 jersey.

"Kami memiliki target yang sangat sulit untuk dipenuhi dan jika kami tidak bertemu mereka, kami harus bersumpah dan diteriaki oleh supervisor kami," cerita salah satu pekerja dikutip dari Daily Mail.

"Setiap pekerja harus memproduksi 60 kaus per jam ,yang sulit tetapi kadang-kadang itu dinaikkan menjadi 100 kaus per jam. Jika kita tidak bisa memenuhi target, pengawas berteriak, 'Apa yang salah denganmu?'," lanjutnya menceritakan.

Kehidupan ini lah yang memberikan perbedaan kontras diantara pekerja wanita yang mengerjakan jersey tersebut dengan eksistensi para pemain Manchester United. Contohnya seperti penyerang berkebangsaan Chili, Alexis Sanchez yang dilaporkan memiliki gaji sebesar 450 ribu poundsterling atau Rp 8,4 miliar per pekan.

Jersey baru Manchester United (@manchesterunited/Instagram)
Jersey baru Manchester United (@manchesterunited/Instagram)

Saat para pekerja itu diberi tahu bahwa jersey yang mereka buat dihargai 110 juta poundsterling, para pekerja di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh sangat benci mendengar hal tersebut. Mereka menuduh pihak Manchester United mendapat banyak untung dari darah dan keringat para pekerja.

“Saya tidak tahu bahwa kaus ini dijual dengan begitu banyak uang. Gaji satu minggu untuk salah satu pemain ini lebih dari gaji sebulan untuk seluruh pabrik kami. Itu membuatku sakit," lanjutnya bercerita.

Pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 1.100 pekerja, 90 persen di antaranya adalah perempuan. Biasanya, mereka mulai jam 7 pagi dan selesai jam 4 sore. Tetapi banyak yang memilih untuk menambah gaji mereka dengan bekerja sampai jam 6 sore.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Salah satu cara menyiapkan dana darurat paling efektif untuk menjaga stabilitas finansial adalah memiliki dana darurat yang memadai.

bolatainment | 18:13 WIB

Mudik saat Hari Raya Idul Fitri 2026 tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama keluarga.

bolatainment | 08:00 WIB

Bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, kembali menjadi sorotan publik Spanyol.

bolatainment | 21:51 WIB

Menurut BBC, Sesko membawa kombinasi langka: kecepatan, kekuatan fisik, dan tembakan jarak jauh yang mematikan.

bolatainment | 23:37 WIB

Striker Persija Jakarta, Gustavo Almeida, menggelar sayembara hadiah iPhone 15.

bolatainment | 23:34 WIB

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner saat ini masih berstatus tanpa klub.

bolatainment | 03:16 WIB

Kabar bahagia datang dari legenda Liverpool dan Timnas Inggris, Steven Gerrard.

bolatainment | 23:22 WIB

Keberadaan Unidentified Flying Object alias UFO sampai saat ini jadi pro kontra.

bolatainment | 23:15 WIB

Georgina Rodriguez, pasangan setia megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo, kembali menyita perhatian publik

bolatainment | 16:48 WIB

Suasana penuh duka menyelimuti Anfield saat Rute Cardoso, istri mendiang Diogo Jota, mengunjungi stadion Liverpool

bolatainment | 16:22 WIB