Arena

Profil Chen Yu Fei, Unggulan China yang Tumbangkan Komang Ayu Cahya Dewi di Piala Uber 2022

Chen Yu Fe menempati ranking tiga dunia.

Husna Rahmayunita

Pebulutangkis tunggal putri China, Chen Yu Fei saat menghadapi Tai Tzu Ying (China Taipei) di final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Minggu (1/8/2021). Pedro PARDO / AFP.
Pebulutangkis tunggal putri China, Chen Yu Fei saat menghadapi Tai Tzu Ying (China Taipei) di final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Minggu (1/8/2021). Pedro PARDO / AFP.

Bolatimes.com - Mengenal Chen Yu Fei, pebulu tangkis asal China yang mengalahkan Komang Ayu Cahya Dewi di laga pembuka perempat final Piala Uber 2022

Uber Cup 2022 telah memasuki babak perempat final, di mana tim beregu Indonesia akan berjumpa dengan wakil kuat lainnya, China.

Di laga pertama perempat final ini, Indonesia mengirimkan Komang Ayu Cahya Dewi dan China mengirimkan Chen Yu Fei sebagai lawannya.

Di duel tersebut, Komang Ayu gagal menyumbangkan poin bagi Indonesia usai takluk 12-21, 11-21 dari tunggal putri peringkat ketiga dunia tersebut.

Sepanjang pertandingan, Chen Yu Fei bermain lebih rapi sehingga membuat Komang Ayu yang rajin memberikan poin bagi Indonesia, gagal berkembang sepanjang permainan.

Bahkan remaja berusia 19 tahun ini selalu dibuat tertekan dengan permainan Chen Yung Fei sehingga harus tumbang dalam tempo 42 menit.

Karena penampilan apik Chen Yu Fei itu, Komang Ayu melabelinya sebagai lawan yang hebat dan sangat berbeda dari lawan-lawan yang pernah ia hadapi.

Lantas, siapakah sosok Chen Yu Fei tersebut? Berikut profilnya.

Profil Chen Yu Fei

Chen Yu Fei merupakan pebulu tangkis tunggal putri asal China yang lahir pada 1 Maret 1998 di Hangzhou. Usianya kini baru menginjak 24 tahun.

Meski terkesan belia, Chen Yu Fei mampu menembus peringkat teratas tunggal putri. Tercatat kini dirinya duduk di peringkat ke-3 dunia versi BWF.

Bakatnya di dunia tepok bulu telah dimulai sejak belia. Chen Yu Fei mengawali karier dengan bermain di sektor ganda campuran pada 2013.

Barulah di usia 15 tahun, dirinya tampil di ajang internasional sebagai tunggal putri, di mana ajang internasional yang pertama diikutinya adalah Asian Junior Championship 2014. Sayangnya, di ajang itu, Chen Yu Fei takluk dari Akane Yamaguchi di final.

Selain itu, ajang internasional yang diikutinya pada tahun 2014 adalah German Junior International Event, di mana lagi-lagi Chen Yu Fei takluk di final.

Penampilan konsistennya di level junior membuat Chen Yu Fei berkiprah di Grand Prix pertamanya pada 2015, yakni Indonesia Master.

Meski baru pertama kali debut di Grand Prix, Chen Yu Fei mampu menembus final sebelum akhirnya tumbang di tangan kompatriotnya, He Bingjiao.

Gelar internasional pertamanya pun baru didapat pada 2016, di mana ia mengalahkan tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, di final Asian Junior Championship.

Di tahun yang sama yakni 2016, Chen Yu Fei juga memenangkan BWF World Junior Championship dan memenangkan Grand Prix pertamanya yakni Macau Open.

Sejak saat itu, Chen Yu Fei menancapkan namanya di dunia tepok bulu sebagai salah satu yang terbaik di sektor tunggal putri.

Apalagi setelah dirinya meraih medali emas di nomor tunggal putri di Olimpiade 2020 Tokyo medio 2021 silam, pasca mengandaskan Tai Tzu-ying lewat Rubber Game.

Tercatat, Chen Yu Fei telah meraih banyak gelar bergengsi baik di tingkat junior dan senior maupun saat bermain bersama tim wanita dan tunggal, atau bermain secara beregu bersama tim nasionalnya.

Pencapaian terbaiknya secara beregu yakni kala memenangkan Uber Cup 2020 serta Sudirman Cup pada 2019 dan 2021.

(Kontributor: Felix Indra Jaya)

Berita Terkait

Berita Terkini