Arena

Tak Cuma Berprestasi, 6 Pebulu Tangkis Indonesia Bergelar Sarjana

Dari Greysia Polii hingga Mohammad Ahsan menyandang gelar sarjana.

Husna Rahmayunita

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, terhenti kiprahnya di babak perempat final All England 2020 setelah kalah di tangan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Jumat (13/3) waktu setempat. [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, terhenti kiprahnya di babak perempat final All England 2020 setelah kalah di tangan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Jumat (13/3) waktu setempat. [Humas PBSI]

Bolatimes.com - Sederet pebulu tangkis Indonesia bergelar sarjana, termasuk Greysia Polii dan Mohammad Ahsan The Daddies. Di tengah aktivitas yang padat, mereka tetap mengutamakan pendidikan. 

Sedikitnya ada emnam pebulu tangkis Indonesia yang bergelar sarjana dan berprestasi.. Siapa saja para pebulu tangkis Indonesia berprestasi yang bergelar sarjana?

Mengutip laman badmintonindonesia.org dan bwfbadminton.com, berikut daftar pebulu tangkis Indonesia yang merampungkan pendidikannya hingga perguruan tinggi.

1. Greysia Polii

Ganda putri Indonesia Greysia Polii usai memenangi partai final Olimpiade Tokyo bersama partnernya, Apriyani Rahayu, Senin (2/8/2021). [Pedro PARDO / AFP]
Ganda putri Indonesia Greysia Polii usai memenangi partai final Olimpiade Tokyo bersama partnernya, Apriyani Rahayu, Senin (2/8/2021). [Pedro PARDO / AFP]

Nama lengkap: Greysia Polii
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 11 Agustus 1987
Tinggi badan: 164 cm
Berat badan: 57 kg
Pegangan raket: Kanan
Nomor: Ganda putri
Ranking saat ini: 6 (dengan Apriyani Rahayu, 29 Juni 2021)
Prestasi: Olimpiade: Emas (Tokyo 2020)
Kejuaraan Dunia: Perunggu (2015, 2018, 2019)
Piala Sudirman: Perak (2005, 2007), perunggu (2009, 2011, 2015, 2019)
Piala Uber: Perak (2008), perunggu (2010) Asian Games: Emas (2014), perunggu (2010, 2018 ganda putri dan beregu)
SEA Games: Emas (2007, 2019), perak (2005, 2007, 2009, 2013, 2019), perunggu (2005, 2017)
Kejuaraan Asia: Perunggu (2005, 2016)
Kejuaraan Tim Asia: Perunggu (2018)
BWF World Tour: 6 gelar juara, 2 runner-up

Punya banyak prestasi ia juga merampungkan pendidikan D3 Perpajakan di Universitas Trisakti pada Oktober 2015.

2. Pia Zebadiah Bernadet

Nama lengkap: Pia Zebadiah Bernadet
Tempat, tanggal lahir: Medan, Sumatera Utara, 22 Januari 1989)
Prestasi: Peringkat 6 dunia bersama Rizky Amelia Pradipta (4 Juli 2013).

Adik dari atlet pebulutangkis Markis Kido dan Bona Septano pernah menjuarai Indonesia Satelitte 2006, Perempatfinalis Macau Buka Grand Prix Gold 2007, Perempatfinalis Indonesia International Challenge 2007 kategori tunggal putri.

Ia juga pernah tergabung dalam grup gandra putri dan ganda campuran serta telah mengikuti ajang bulu tangkis yang banyak.

Salah satu prestasi gemilangnya yakni tercatat sebagai pemenang kejuaraan Indonesia Satellite 2006.

Pia Zebadiah ternyata lulus Sarjana Ekonomi Manajemen di STIE Mulia Pratama Bekasi tahun 2011.

3. Bona Septano

Nama: Bona Septano, S.E.

Tempat Lahir: Medan, 22 November 1987.

Bona merupakan pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia. Adik kandung Markis Kido dan kakak Pia Zebadiah Bernadet

Prestasi:
Peringkat ke-6 pemain bulu tangkis kelas ganda putra terbaik bersama dengan Mohammad Ahsan

Berikut beberapa pertandingan yang diikutinya: Bingo Bonanza Philippine Grand Prix Gold 2009, Vietnam Grand Prix 2010, Indonesia Grand Prix Gold 2010, dan SEA Games 2011.

Dalam laga SEA Games, ia dan Ahsan berhasil mengalahkan Markis Kido dan Hendra Setiawan.

Meski begitu, ia juga berhasil meraih gelar sarjana jurusan Ekonomi Manajemen pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mulia Pratama di Bekasi November 2011 lalu.

4. Mohammad Ahsan

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dalam matchday kedua Grup D Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Senin (26/7/2021). Alexander NEMENOV / AFP.
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dalam matchday kedua Grup D Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Senin (26/7/2021). Alexander NEMENOV / AFP.

Nama : Mohammad Ahsan

Tempat/Tanggal Lahir : Palembang, 7 September 1987

Tinggi/Berat : 173 cm / 73 kg

Asal Klub : PB Djarum Kudus

Rangking Nasional/Rangking Dunia : 5/17

Prestasi :

Medali Emas Asian Games Incheon 2014 (berpasangan dengan Hendra Setiawan)

Juara Dunia 2013 (berpasangan dengan Hendra Setiawan)

Juara Dunia 2015 (berpasangan dengan Hendra Setiawan)

All England, Kejuaraan Selandia Baru Terbuka, Kejuaraan Swiss, China, dan lainnya.

Mohammad Ahsan merupakan sarjana ekonomi di Universitas Budi Luhur.

5. Luluk Hadiyanto

Nama: Luluk Hadiyanto
Tempat, tanggal Lahir: Blora, Jawa Tengah, 8 Juli 1979
Nomor: Ganda putra
Prestasi: Piala Thomas (2004 dan 2006) dan Piala Sudirman (2003 dan 2005).

Mantan pasangan Alvent Yulianto ini merupakan lulusan Ilmu Administrasi Negara di FISIP UI pada tahun 2013 lalu.

Pada tahun pada 2014, ia melanjutkan kuliah S2 di Jurusan Magister Sport Manajemem UNJ. Kini ia telah menjadi PNS Kemenpora dan pelatih di SKO Ragunan.

6. Fajar Alfian

Pebulu tangkis spesialis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (3/3/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulu tangkis spesialis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (3/3/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Nama : Fajar Alfian
Panggilan : Fajar
Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 7 Maret 1995
Tinggi/Berat : 174 cm/ 68 kg
Asal Klub : PB SGS PLN Bandung
Rangking Nasional/Rangking Dunia : 2/9
Prestasi :
Juara Malaysia Masters 2018 BWF World Tour Super 500
Runner Up German Open 2018 BWF World Tour Super 300
Runner Up Bitburger Open Grand Prix Gold 2017
Asian Games 2018 meraih medali perak bersama pasangan ganda putra, Muhammad Rian Ardianto.
Selain berprestasi ia ternyata memiliki gelar sarjana pendidikan setelah merampungkan pendidikannya di FKIP jurusan Geografi di Universitas Bale Bandung (Unibba) pada tahun 2018.

(Kontributor: Lolita Valda Claudia)

Berita Terkait

Berita Terkini