Arena

Punya Harta Rp 5,7 Triliun, Legenda NBA Ogah Bagikan ke Anak-anaknya

Shaquille O'Neil punya alasan tersendiri tak ingin bagikan harnya.

Husna Rahmayunita

Mantan pebasket NBA, Shaqueille O'Neal. (AFP/Suzzane Cordeiro)
Mantan pebasket NBA, Shaqueille O'Neal. (AFP/Suzzane Cordeiro)

Bolatimes.com - Legenda NBA, Shaquille O'Neil tega kepada anak sendiri setelah diketahui tidak akan membagikan harta kekayaannya senilai Rp 5,7 triliun untuk mereka.

Siapa sangka Shaquille O'Neil memiliki tabungan harta kekayaan triliunan rupiah usai pensiun sebagai pebasket NBA.

Shaquille O'Neil diklaim memiliki harta kekayaan menyentuh angka 400 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,7 triliun hingga saat ini.

Dilansir dari New York Post, harta kekayaan tersebut diperoleh Shaquille dari gaji semasa masih bermain di NBA untuk Los Angeles Lakers.

Termasuk upahnya menjadi analisis dalam cara Inside the NBA di TNT, kemudian untung dari kesepakatan endorse dengan brand ternama.

Setidaknya Shaquille memiliki 50 kesepakatan endorsement, seperti Gold Bond, Reebok, Pepsi hingga The General, ada pula bisnis makanan miliknya.

Seperti Papa John's, Big Chicken dan Shaquille's, namun demikian anak-anak sohib Kobe Bryant ini tidak bakal menikmati cuan dari kekayaan ayahnya.

"Anak-anak saya sekarang sudah besar. Mereka agak kesal dengan saya. Tidak terlalu kesal, tapi mereka tidak mengerti," ucap Shaquille.

"Saya memberi tahu mereka sepanjang waktu. Kami bukan orang kaya, hanya saya yang kaya," imbuhnya.

Bukan tanpa alasan mengapa Shaq tak ingin memberikan harta kekayaan kepada anak-anaknya, ia memiliki impian tersendiri sebagai seorang ayah.

Termasuk mewarisi bisnis-bisnis yang dikelolanya, anak-anak Shaq harus bisa mendapatkan bisnis tersebut dengan kerja keras.

"Dengar, aku punya enam anak. Saya ingin seorang menjadi dokter, seseorang menjadi pengelola investasi, apoteker, pengacara, memiliki banyak bisnis," ujar Shaq.

"Dan seseorang bisa mengambil alih bisnis saya. Tapi saya katakan kepada mereka bahwa saya tidak akan menyerahkannya kepada Anda. Anda harus mendapatkannya.

"Ada satu aturan, pendidikan. Saya tidak peduli jika Anda bermain basket. Saya tidak peduli tentang itu semua.

"Anda harus memiliki gelar sarjana atau master dan kemudian jika Anda ingin saya berinvestasi di salah satu perusahaan Anda.

"Anda harus mempresentasikannya, boom boom boom, bawa ke saya," imbuhnya.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini