Arena

Terungkap, Kevin Sanjaya Ternyata Kerap Menangis Jika Kalah Bertanding

Hal itu diungkap langsung oleh sang Ayah, Sugiarto Sukamuljo.

Rauhanda Riyantama

Pasangan ganda putra terbaik dunia asal Indonesia, Kevin s]Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tampil di laga babak penyisihan Grup 1B Piala Sudirman 2019 kontra wakil Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge di Guangxi Sports Center, Nanning, China, Minggu (19/5/2019) pagi WIB. [Dok. PBSI]
Pasangan ganda putra terbaik dunia asal Indonesia, Kevin s]Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tampil di laga babak penyisihan Grup 1B Piala Sudirman 2019 kontra wakil Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge di Guangxi Sports Center, Nanning, China, Minggu (19/5/2019) pagi WIB. [Dok. PBSI]

Bolatimes.com - Kehebatan Kevin Sanjaya Sukamuljo sebagai pebulutangkis tak perlu diragukan lagi. Berbagai prestasi dan gelar juara sudah ditorehkan oleh pebulutangkis spesialis ganda putra itu.

Namun, selayaknya kehidupan, setiap kesuksesan pasti membutuhkan proses terlebih dahulu. Hal itu pula lah yang turut dialami partner tanding dari Marcus Fernaldi Gideon tersebut.

Kevin Sanjaya memulai karier di dunia bulutangkis sejak usia belia. Prosesnya tak selalu berjalan mulus. Atlet kelahiran, Jawa Timur itu juga kerap kali menderita kekalahan di berbagai turnamen.

Ayah Kevin Sanjaya Sukamuljo, Sugiarto Sukamuljo di Istora Senayan, Jakarta. (Suara.com / Arief Apriadi)
Ayah Kevin Sanjaya Sukamuljo, Sugiarto Sukamuljo di Istora Senayan, Jakarta. (Suara.com / Arief Apriadi)

 

Bahkan, saat masih berlaga di level junior, Kevin kecil disebut-sebut kerap menangis jika menderita kekalahan dalam suatu turnamen. Kabar tersebut diungkap langsung oleh sang Ayah, Sugiarto Sukamuljo.

"Kevin sudah main bulutangkis sejak TK (Taman Kanak-kanak). Dia kalau ikut pertandingan, terus kalah, dia kadang menangis," ujar Sugiarto Sukamuljo kepada Suara.com, di Istora Senayan, Jakarta.

"Waktu itu dia ikut Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) di Kabupaten Banyuwangi. Dia sempat kalah oleh lawannya yang lebih senior. Mungkin karena tak terima, dia ngambek," bebernya diselingi tawa.

Sugiarto menjelaskan jika tindak tanduk Kevin tersebut bukanlah ungkapan lemah atau cengeng. Sebalinya, Sugiarto menilai sang anak justru memiliki mental juara.

"Kevin karakternya dari kecil memang tidak mau kalah. Selau inginnya jadi nomor satu. Dia kalau punya keinginan apa, kalau inginnya sekarang harus sekarang," jelas Sugiarto.

Lebih jauh, Sugiarto menjelaskan jika sebagai seorang Ayah dia tak tinggal diam dalam mengembangkan bakat Kevin. Sejak awal, dia selalu berusaha membangun mental sang anak ke arah yang positif.

"Kevin kalau dikasih tahu itu merespon. Memang kalau dilihat dia seperti tidak memperhatikan, diam saja. Tapi ternyata dia tetap jalankan," ungkap Sugiarto.

"Dulu saat kalah saya bilang ke dia bahwa tidak apa-apa. Tahun depan masih ada. Yang penting kamu latihan lebih semangat, nanti pasti bisa."

"Semua orang bisa dikalahkan. Kamu sendiri juga bisa kalah. Tapi yang terpenting adalah kamu harus benar-benar punya keinginan untuk berusaha," pungkasnya.

Kevin bersama Marcus kini menjadi pasangan ganda putra peringkat satu dunia. Berbagai prestasi seperti dua gelar All England, medali emas Asian Games 2018 sudah berhasil keduanya persembahkan.

Saat ini, Kevin/Marcus tengah mengikuti ajang Indonesia Open 2019. Pasangan berjuluk The Minons itu lolos ke peremapt final dan akan menghadapi wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, Jumat (19/7/2019).

Berita Terkait

Berita Terkini