Arena

Eks Bintang Klub Bisbol Red Sox Ditembak, Si Pembunuh Dibayar Segini

Ortiz dikenal sebagai salah satu pahlawan Dominika yang kerap mengharumkan nama bangsanya lewat olahraga bisbol.

Galih Priatmojo

Legenda olahraga Republik Dominika, David Ortiz (kiri), ber-selfie dengan mantan Presiden AS, Barack Obama. [AFP/Jewel Samad]
Legenda olahraga Republik Dominika, David Ortiz (kiri), ber-selfie dengan mantan Presiden AS, Barack Obama. [AFP/Jewel Samad]

Bolatimes.com - Legenda olahraga Dominika, David Ortiz dilaporkan beberapa waktu lalu ditembak. Kepolisian Republik Dominika pun dengan cepat berhasil meringkus pelaku penembak setelah sebelumnya empat orang komplotan pelaku telah lebih dulu diamankan.

Menurut kepolisian setempat, pelaku penembak mantan bintang klub bisbol Boston Red Sox, Amerika Serikat tersebut, diketahui bernama Rolfi Ferreira Cruz.

Komplotan ini mendapat bayaran 400 ribu peso Dominika, atau setara 7.830 dolar AS (sekitar Rp 112 juta) untuk menghabisi nyawa David Ortiz.

"Komplotan ini akan segera diadili," kata Kepala Kepolisian Republik Dominika Aldrin Bautista Almonte dalam konferensi pers, Rabu (12/6/2019) waktu setempat, dikutip dari CNN.

Kepala Kepolisian Republik Dominika, Ney Aldrin Bautista Almonte, memperlihatkan barang bukti sebuah pistol yang digunakan sebuah komplotan untuk menembak legenda olahraga negara tersebut, David Ortiz, dalam sebuah konferensi pers di Santo Domingo, Rabu (12/6/2019). [AFP/Erika Santelices]
Kepala Kepolisian Republik Dominika, Ney Aldrin Bautista Almonte, memperlihatkan barang bukti sebuah pistol yang digunakan sebuah komplotan untuk menembak legenda olahraga negara tersebut, David Ortiz, dalam sebuah konferensi pers di Santo Domingo, Rabu (12/6/2019). [AFP/Erika Santelices]

Bautista menambahkan, masih ada satu pelaku yang tergabung dalam komplotan tersebut yang masih bebas berkeliaran. Pria tersebut dikenal dengan julukan "Ahli Bedah".

Berdasarkan hasil penyelidikan, Cruz diketahui saat itu diboncengi oleh Eddy Vladimir Feliz Garcia yang sudah lebih dulu ditangkap, dengan sepeda motor.

Cruz kemudian turun dan menembak David Ortiz yang tengah duduk-duduk di luar sebuah bar di Republik Dominika pada, Minggu (9/6/2019) malam waktu setempat.

Saat peristiwa terjadi, orang-orang di sekitar lokasi kejadian berhasil menangkap Feliz Garcia, lalu dihakim secara beramai-ramai sebelum pihak kepolisian mengamankan pelaku.

Eddy Vladimir Feliz Garcia, salah satu pelaku komplotan penembakan terhadap legenda olahraga Republik Dominika, David Ortiz, diamankan pihak kepolisian setempat setelah sempat ditangkap dan dihakimi massa, Minggu (9/6/2019). [AFP/Erika Santelices]
Eddy Vladimir Feliz Garcia, salah satu pelaku komplotan penembakan terhadap legenda olahraga Republik Dominika, David Ortiz, diamankan pihak kepolisian setempat setelah sempat ditangkap dan dihakimi massa, Minggu (9/6/2019). [AFP/Erika Santelices]

Teman Ortiz, Jhoel Lopez, yang diketahui seorang pembawa acara televisi, ikut terluka di bagian kaki saat kejadian penembakan itu berlangsung.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, Republik Dominika memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. Dimana sebagian besar pembunuhan disertai perampokan.

David Ortiz telah menjalani operasi tahap pertama di Santo Domingo pada Minggu malam, sebelum diterbangkan keesokan harinya ke Rumah Sakit Umum Massachusetts Boston, di mana ia menjalani operasi lebih intensif.

Menurut pihak keluarga, Ortiz saat ini sudah bisa duduk dan berjalan beberapa langkah.

"Kondisi Ortiz terus dipantau, dan akan tetap berada di ICU untuk beberapa hari ke depan. Tapi, dia telah membuat kemajuan yang baik dalam pemulihannya," tutur Tiffany Ortiz, istri David Ortiz.

Legenda olahraga Republik Dominika, David Ortiz (kanan). [AFP/Elsa]
Legenda olahraga Republik Dominika, David Ortiz (kanan). [AFP/Elsa]

David Ortiz merupakan salah satu pahlawan nasional di Republik Dominika, karena kerap mengharumkan nama negara tersebut lewat kariernya sebagai atlet bisbol.

Ortiz, yang dijuluki "Big Papi", adalah legenda olahraga di Boston berkat perannya dalam tiga kejuaraan bisbol Seri Dunia, serta ucapannya yang menginspirasi pada hari-hari setelah peristiwa pemboman Boston Marathon 2013.

Dia pensiun pada 2016 setelah mencapai 541 karier home run, yang membuatnya menempati urutan ke-17 sebagai legenda olahraga di Major League Baseball.

Berita Terkait

Berita Terkini