Liga

Profil Lisandro Martinez, 'Si Jagal' di Jantung Pertahanan Man United yang Buat Lini Serang Liverpool Frustrasi

Lisandro Martinez sukses membuat lini depan Liverpool frustasi

Irwan Febri Rialdi

Aksi Lisandro Martinez saat Manchester United kalahkan Liverpool 2-1 pada pekan ketiga Liga Inggris. (AFP)
Aksi Lisandro Martinez saat Manchester United kalahkan Liverpool 2-1 pada pekan ketiga Liga Inggris. (AFP)

Bolatimes.com - Bek anyar Manchester United, Lisandro Martinez, menjadi salah satu sosok pemain yang paling mencuri perhatian saat timnya menang 2-1 atas Liverpool pada lanjutan Liga Primer Inggris 2021/2022.

Pada duel yang berlangsung di Old Trafford, Selasa (23/8/2022) dini hari WIB itu, Lisandro Martinez sukses menampilkan performa solid jantung pertahanan Manchester United.

Sebab, berbagai upaya yang dikerahkan Liverpool untuk menembus pertahanan Man United kerap kali kandas akibat aksi-aksi heroik yang ditampilkan Lisandro Martinez.

Salah satu momen terbaik yang diperlihatkan Martinez terjadi pada menit ke-41 saat dia berhasil menggagalkan gol bunuh diri yang nyaris dilakukan oleh Bruno Fernandez.

Bermula ketika Liverpool mendapat sepak pojok. Bola umpan James Milner ke tengah kotak penalti kemudian mengarah ke Bruno Fernandes.

Namun, gelandang serang asal Portugal itu terlihat panik dalam proses menyapu bola. Dia justru menendang bola ke gawang sendiri.

Dalam momen itu, posisi kiper David De Gea di luar jangkauan untuk mengamankan bola, tetapi untungnya ada Lisandro Martinez yang dengan sigap menghalau si kulit bundar masuk ke gawang.

Profil Lisandro Martinez

Lisandro Martinez merupakan pesepak bola asal Argentina yang tercatat lahir di Kota Gualeguay pada 18 Januari 1998. Meskipun posturnya hanya 175 cm, tetapi dia dikenal sebagai sosok bek tengah yang tangguh.

Sebagai informasi, Lisandro Martinez mengawali perjalanan sepak bolanya sejak usia enam tahun saat menimba ilmu bersama Club Urquiza, yakni mulai tahun 2002 hingga 2006.

Kemudian, bakatnya terus diasah bersama Club Libertad pada 2006-2014. Setelah delapan tahun, dia bergeser bersama Newell’s Old Boys, klub sepak bola yang berbasis di Rosario.

Setelah tiga tahun berlatih bersama tim junior, karier profesionalnya dimulai bersama klub tersebut pada 2017. Setahun berselang, dia sempat dipinjamkan ke Defensa y Justicia pada 2017-2018.

Sempat dipermanenkan pada 2018, Martinez kemudian bergabung dengan klub raksasa Liga Belanda, Ajax Amsterdam. Saat itu, dia direkrut dengan mahar sebesar tujuh juta euro.

Di sana, dia mencatatkan lebih dari 120 penampilan selama tiga musim.

Sejumlah prestasi mentereng yang direngkuh Martinez selama memperkuat Ajax meliputi dua gelar Eredivisie (2020/2021 dan 2021/2022) dan satu gelar Piala KNVB (2020/2021).

Lisandro Martinez juga pernah mendapat penghargaan sebagai Player of the Year di skuad Ajax Amsterdam pada musim 2021/2022.

Pada 16 Juli 2022, Martinez diumumkan sebagai rekrutan terbaru Manchester United pada bursa transfer musim 2021/2022. Untuk mendatangkan striker 24 tahun ini, Setan Merah harus mengeluarkan dana sebesar 47 juta pounds plus tambahan sebesar 8,5 juta pounds.

Pada 7 Agustus 2022, bek timnas Argentina ini mencatatkan debutnya bersama Setan Merah. Sayangnya, debut tersebut berakhir menyedihkan karena MU kalah 1-2 dari Brighton & Hove Albion di kandangnya sendiri.

Di level tim nasional, Martinez sudah mencuri perhatian sejak bergabung bersama Argentina U-20 di ajang Piala Amerika Serikat U-20 2017 yang berlangsung di Ekuador.

Sementara itu, pemanggilan pertamanya bersama timnas senior terjadi pada Maret 2019. Ketika itu, dia mencatatkan debut Ketika Argentina kalah dari Venezuela pada 22 Maret 2019.

Martinez juga pernah merasakan gelar juara Copa Amerika 2021 bersama timnas Argentina. Namun, dia hanya mencatat satu penampilan saja pada kejuaraan tersebut.

Menariknya, Martinez mendapat julukan sebagai ‘The Butcher’ alias Si Jagal. Julukan ini merujuk pada gaya bermainnya yang sangat agresif. Salah satu pemandu bakat Ajax Amsterdam juga menyebut bahwa Martinez sebagai sosok pemain yang tangguh karena memiliki mentalitas petarung.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini