Liga

Pedas, Eks Presiden Lokomotiv Moscow Sebut Ralf Rangnick ke MU karena Duit

Ralf Rangnick dicap jahat oleh eks Presiden Lokomotiv Moscow, Nikolai Naumov.

Irwan Febri Rialdi

Ralf Rangnick saat masih menjadi pelatih RB Leipzig. (Odd Andersen/AFP)
Ralf Rangnick saat masih menjadi pelatih RB Leipzig. (Odd Andersen/AFP)

Bolatimes.com - Belum juga diresmikan Manchester United, Ralf Rangnick sudah dicap jahat oleh eks Presiden Lokomotiv Moscow, Nikolai Naumov.

Sejak Juni 2021 hingga saat ini Ralf Rangnick tengah menduduki jabatan Direktur Pengelola Olahraga dan Komunikasi, Lokomotiv Moscow.

Namun beberapa hari terakhir santer dikabarkan jika Ralf Rangnick sudah menyetujui kesepakatan bersama Manchester United.

Nantinya Ralf Rangnick bakal menjadi pelatih interim klub berjuluk Setan Merah hingga akhir musim ini, sebelum dikontrak dua tahun ke depan.

Sisi buruk dan baik selalu muncul berdampingan, termasuk menyasar Rangnick di tengah banyak orang yang mengelu-elukan namanya sebagai salah satu manajer hebat.

Namun sentimen miring terhadap Rangnick tengah digiring mantan Presiden Lokomotiv Moscow, Nikolai Naumov.

Bagi Naumov, Rangnick yang juga berjuluk The Professor itu hanya seorang pebisnis yang lebih mementingkan untung dan masa bodoh soal perkembangan Man United.

Lebih lanjut, Naumov juga mencap Rangnick sebagai sosok yang hanya mencari uang dengan terjun ke sepak bola dan bukan karena kecintaannya terhadap olahraga ini.

"Ini bukan tentang Manchester United," ucap Naumov kepada Match TV, seperti dikutip dari Mirror.

"Baginya, ini bukan pelarian, pengkhianatan, atau aib. Rangnick adalah seorang pebisnis. Dia sama sekali tidak peduli dengan sepak bola.

"Karena dia hanya melakukan bisnis di sekitarnya. Semakin banyak negara, liga, dan klub sepak bola yang dia jangkau, semakin banyak uang yang dia dapatkan," imbuhnya.

Seolah pernah dikecewakan Rangnick, Naumov memberi contoh sikap pria Jerman yang tak acuh dengan Lokomotiv Moscow.

Naumov bahkan tak segan menyebut Rangnick bakal meninggalkan Man United jika nantinya ada tawaran uang lebih banyak dari klub lain.

"Dia benar-benar tak peduli terhadap Lokomotiv Moscow. Dia tidak datang untuk membesarkan sepak bola, tetapi untuk mendapatkan uang," ujar Naumov.

"Sekarang dia ditawari uang di tempat lain, dia dan jajarannya akan pergi ke Man United." imbuhnya.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini