Bolatainment

Bos Persis Solo Ikutan Kena Serbu Salam dari Binjai

Kaesang awalnya bertanya-tanya mengapa kini stok pisang menipis.

Husna Rahmayunita

Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menjadi Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Sabtu (20/3/2021). (Suara Surakarta)
Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menjadi Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Sabtu (20/3/2021). (Suara Surakarta)

Bolatimes.com - Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep dikenal sebagai pebisnis muda yang memiliki berbagai cabang usaha.

Banyak usaha Kaesang yang bergerak di bidang kuliner, salah satunya mengusung nama Sang Pisang. Namun gegara pisang, Kaesang justru kena serbu ucapan 'Salam dari Binjai' .

Pada Selasa (3/11/2021), Kaesang awalnya bertanya-tanya mengapa kini stok pisang menipis. Putra bungsu Presiden Jokowi tersebut diduga resah, bahan pisang yang dijadikan bahan utama usahanya disebutnya mulai berkurang.

"Stok pisang kok berkurang. Kenapa ya?," cuitnya.

Tak butuh waktu lama, cuitan  Kaesang dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang mengaitkannya dengan 'salam dari Binjai' yang  belakangan ditirukan banyak orang.

"Gara-gsra salam dari binjai," kata warganet.

"Terlalu banyak Salam dari Binjai mas pada roboh," sahut warganet.

"Gara-gara salam dari Binjai mas, sebeluh buah sudah roboh," kata yang lain.

"Dipukulin mulu ama si binjai," tulis warganet.

Cuitan Kaesang. (Twitter)
Cuitan Kaesang. (Twitter)

Bukan tanpa sebab warganet berkomentar seperti ini. Diketahui, 'Salam dari Binjai' adalah ucapan yang dipopulerkan oleh TikTokers Paris Pernandes.

Dalam kontennya, mantan atlet tinju dari Binjai itu memamerkan aksi memukul pohon pisang hingga roboh lalu berucap 'Salam dari Binjai'.

Sayangnya, ucapan tersebut belakangan justru disalahgunakan oleh sejumlah oknum. Teranyar, gara-gara trend konten 'Salam dari Binjai', segerombolan bocah di Lamongan merusak perkebunan pisang.

Padahal pohon pisang tersebut sebentar lagi siap dipanen. Walhasil publik yang melihatnya dibuat geram dan menyayangkan tindakan itu.

Berita Terkait

Berita Terkini