Bolatainment

Santuy! Para Bocah Ini Main Bola di Tengah Jalan Saat Ramai Demo Mahasiswa

Bocah-bocah ini terlihat santuy bermain bola di tengah jalan raya.

Galih Priatmojo

Main bola di tengah jalan raya saat terjadi demo di depan gedung DPR RI, Senin (23/9/2019). [@indonesiatillidie / Instagram]
Main bola di tengah jalan raya saat terjadi demo di depan gedung DPR RI, Senin (23/9/2019). [@indonesiatillidie / Instagram]

Bolatimes.com - Pergerakan ribuan mahasiswa yang akan melakukan aksi demo di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Senin (23/9/2019) malam kemarin membuat pihak kepolisian harus menutup sejumlah jalan di kawasan Ibu Kota.

Diketahui sejumlah jalan non tol yang ada di kawasan Jakarta dan sekitarnya sudah ditutup semenjak siang hari. Upaya ini dilakukan selain untuk mengamankan aktivitas demonstrasi juga untuk menghindari terjadinya kemacetan parah di titik-titik yang jadi tempat aksi.

Menariknya, seorang netizen pemilik akun @abdullah_faez28 mengabadikan momen unik di tengah panasnya suasana saat berlangsungnya aksi demo di depan Gedung DPR RI. Ia mengunggah sebuah video aksi sejumlah bocah yang memanfaatkan pemblokiran sejumlah jalan sebagai arena bermain bola.

Dalam video yang diunggah ulang oleh akun @indonesiatillidie tersebut terlihat sekumpulan bocah yang asyik bermain bola di tengah jalan raya yang sepi. Uniknya di lajur sebelah kanan kiri jalan tersebut terlihat arus lalu lintas terlihat cukup padat.

Video aksi main bola di tengah jalan raya itupun langsung mendapat reaksi dari para netizen.

"Kesempatan bagi warga DKI," ujar akun @haridz_93_.

"Aji mumpung," tulis akun @6un.gunawan.

"Santuy emang," tulis akun @ariessitinjak disertai emoticon ketawa ngakak.

"Bener-bener negara santuy," kata akun @rinoanakbaik.

Sementara itu, akun @dyard justru menghubungkan aksi main bola di tengah jalan raya itu sebagai bentuk sindiran lantaran stadion BMW tak lekas jadi.

"Secara ngga langsung lagi nyindir gubernur Jakarta nih, stadion ga jadi-jadi," tulisnya.

Berita Terkait

Berita Terkini