Boladunia

Aksi Protes Wanita Iran di Piala Dunia 2018

Wanita Iran di larang masuk ke stadion oleh pemerintah Iran. Aturan tersebut sudah berlaku sejak 1979.

Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi

Poster yang dibentangkan suporter Iran di laga kontra Maroko. (Sumber: chicagotribune.com)
Poster yang dibentangkan suporter Iran di laga kontra Maroko. (Sumber: chicagotribune.com)

Bolatimes.com - Suporter Iran membentangkan poster berbau protes pada laga perdana Piala Dunia 2018 saat menghadapi Maroko di Stadion Saint Petersburg, Jumat (15/6/2018). Poster tersebut bertuliskan "# NoBan4Women" dan "Mendukung Wanita Iran untuk Menghadiri Stadium".

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Iran melarang para wanita untuk masuk ke stadion atau olahraga khusus pria sejak revolusi Islam 1979.

Sebuah pengecualian sempat hadir pada Juni 2015, di mana sekelompok kecil diizinkan menonton pertandingan Voli di Teheran. Itu pun setelah ada kecaman dari publik ketika para mahasiswa Inggris-Iran dipenjara dan di kurungan isolasi selama 100 hari karena menonton pertandingan Voli di Azadi.

Suporter wanita Iran. (Courtesy of OpenStadiums)

Rusia menjadi surga bagi wanita di seluruh dunia, termasuk Iran. Karena di sana mereka bisa santai dan tenang masuk ke stadion.

Beberapa wanita Iran pun menunjukan ekspresi kebahagian, Nazanin contohnya. Wanita muda dengan bendera Iran di pipi itu mengaku bahagia bisa ke stadion, bahkan katanya itu merupakan pengalaman pertama bagi Nazanin.

"Ini pertama kalinya saya sebagai perempuan Iran berada di stadion. Saya sangat gembira," kata Nazanin, seperti dikutip Bolatimes.com dari The Associated Press.

Fan wanita lainnya yang datang dari Teheran, Iran, juga mengatakan hal yang serupa. Dia adalah Woshanak, wanita 31 tahun.

Wajahnya dicat dengan desain swirly dalam warna merah, putih dan hijau Iran, dia akan segera menonton di stadion ketika negaranya bermain melawan Portugal di Saransk dalam 10 hari.

"Ini akan menjadi pertandingan live pertama saya. Tentu saja aku ingin kita menang, tetapi menjadi kemenangan bagiku," kata Roshanak kepada Wahington Post.

Beberapa tuntutan dihilangkannya larangan wanita ke stadion sebenarnya bukanlah hal yang baru. Kapten Iran, Masoud Shojei yang bermain selama tiga Piala Dunia mengharapkan agar larangan tersebut segera diakhiri.

Hal senada juga sempat disampaikan Ali Karimi, pemain Iran yang sempat bermain di Bayern Munchen. Namun, hingga saat ini, pemerintah Iran masih bersikeras untuk melarang wanita hadir ke stadion atau olahraga pria.

Piala Dunia 2018 akan berlangsung di Rusia selama 30 hari. Selama satu bulan ini akan menjadi kesempatan bagi wanita Iran untuk ke stadion. Kemenangan 1-0 atas Maroko di laga perdana Grup B tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para wanita Iran.

 

Bolatimes.com/Irwan Febri Rialdi

Berita Terkait

Berita Terkini