Arena

Hitung-hitungan Timnas Basket Indonesia Lolos ke 8 Besar FIBA Asia Cup 2022

Timnas basket Indonesia baru saja menelan kekalahan dari Yordania

Irwan Febri Rialdi

Para punggawa timnas basket Indonesia menyapa para suporter usai mengalahkan Arab Saudi dalam babak penyisihan Grup A FIBA Asia Cup 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww)
Para punggawa timnas basket Indonesia menyapa para suporter usai mengalahkan Arab Saudi dalam babak penyisihan Grup A FIBA Asia Cup 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww)

Bolatimes.com - Mimpi buruk Timnas Basket Indonesia di kejuaraan bola basket terakbar se-Asia itu bisa jadi kenyataan setelah adanya hasil dari matchday kedua tim dari Grup A dan B FIBA Asia Cup 2022.

Timnas basket Indonesia yang mengawali FIBA Asia Cup 2022 dengan manis usai mengalahkan Arab Saudi dengan skor telak 80-54, dijegal Yordania pada matchday kedua Grup A.

Dalam pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2022), tim asuhan Milos Pejic takluk dari Yordania dengan skor 65-74.

Hasil itu membuat timnas basket Indonesia untuk sementara tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup A di bawah Australia yang memborong dua kemenangan, serta Yordania di posisi kedua.

Timnas basket Indonesia memang punya angka setara Yordania yakni 3 karena sama-sama mencatatkan satu kemenangan dan sekali kalah dalam dua matchday yang dimainkan.

Namun, Andakara Prastawa dan kolega harus tertahan di peringkat ketiga karena jelas kalah head-to-head dari Yordania.

Pebasket Indonesia, Marques Bolden (tengah) melakukan lay up ke ring Timnas Basket Arab Saudi dalam laga babak penyisihan Grup A FIBA Asia Cup 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022) malam. [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]
Pebasket Indonesia, Marques Bolden (tengah) melakukan lay up ke ring Timnas Basket Arab Saudi dalam laga babak penyisihan Grup A FIBA Asia Cup 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022) malam. [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Situasi itu bikin kans timnas Indonesia lolos langsung ke babak delapan besar lewat jalur juara grup hampir tertutup karena pada matchday terakhir Grup A bakal menghadapi tim kuat Australia.

Sebagai informasi, FIBA Asia Cup 2022 memiliki regulasi di mana juara grup otomatis ke babak delapan besar sementara posisi runner-up dan peringkat ketiga bakal menempuh jalur playoff perempat final.

Jika kalah dari Australia pada laga terakhir, Sabtu (16/7/2022), timnas basket Indonesia dipastikan harus menjalani babak playoff perempat final untuk melaju ke delapan besar.

Indonesia akan finis kedua jika kalah dari Australia dan di laga lain Arab Saudi mengalahkan Yordania. Namun, tim Garuda bakal finis ketiga apabila kalah dari Australia dan Yordania menggasak Arab Saudi.

Sebagai informasi, penentuan peringkat grup FIBA Asia Cup 2022 menggunakan tie breakers sebagai berikut: 1) angka, 2) head-to-head, 3) selisih poin dan 4) jumlah poin dicetak.

Finis di posisi ketiga bakal membuat timnas basket Indonesia bersua runner-up Grup B di babak playoff nanti. Nah, di sinilah mimpi buruk Indonesia di FIBA Asia CUp 2022 bisa jadi kenyataan.

Pelatih Timnas Basket Indonesia, Milos Pejic (kanan). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]
Pelatih Timnas Basket Indonesia, Milos Pejic (kanan). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Dinamika persaingan di Grup B yang dihuni China, Korea Selatan, China Tapiei dan Bahrain nyatanya melahirkan banyak kejutan.

Pada matchday pertama, China selaku tim unggulan, kalah dari Korea Selatan dengan skor 81-93 di sisi lain Taipei membungkam Bahrain 102-84.

Sementara di matchday kedua, Korea Selatan berhasil mengalahkan Taipei 87-73 sementara China susah payah sebelum terhindar dari kekalahan mengejutkan atas Bahrain dengan mengamankan kemenangan 80-79.

Kapten tim nasional bola basket Korea Selatan Lee Dae-sung saat memberi keterangan kepada awak media seusai mengalahkan Taiwan dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala FIBA Asia 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)
Kapten tim nasional bola basket Korea Selatan Lee Dae-sung saat memberi keterangan kepada awak media seusai mengalahkan Taiwan dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala FIBA Asia 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Hasil itu membuat Korea Selatan dipastikan mengunci status juara Grup B apapun yang terjadi di matchday terakhir. Mereka untuk sementara mengoleksi empat angka, unggul satu angka dari China Taipei dan China yang beruturut-turut menduduki peringkat kedua dan ketiga.

Di sisi lain, Bahrain tertahan di dasar klasemen dengan koleksi dua poin karena selalu kalah dalam dua laga terakhirnya dan dipastikan tersingkir dari FIBA Asia Cup 2022.

Nah, matchday terakhir Grup B ini akan jadi penentuan siapa lawan timnas basket Indonesia di playoff perempat final, apakah China Taipei atau China.

China dan China Taipei akan saling berjumpa pada matchday ketiga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (16/7/2022) pukul 20.00 WIB.

Pemenang di laga ini, akan mengunci posisi runner-up dan bakal menghadapi peringkat ketiga Grup A. Sementara runner-up Grup A bakal menghadapi peringkat ketiga Grup B.

Dengan asumsi kalah dari Australia, timnas Indonesia harus bersiap untuk mengalahkan China atau China Taipei guna melaju ke perempat final.

Ini akan jadi ujian sangat berat bagi Indonesia lantaran dua negara tersebut jauh lebih baik dari tim Merah Putih setidaknya merujuk ranking dunia.

Melansir laman resmi FIBA, China untuk sementara menduduki peringkat 29 dunia, sementaraChina Taipei berada di peringkat 69. Indonesia sendiri untuk sementara menduduki ranking 95.

FIBA Asia Cup 2022 merupakan turnamen yang begitu penting bagi Indonesia. Mereka dituntut untuk melangkah minimal hingga babak perempat final atau delapan besar guna mendapatkan tiket lolos ke FIBA World Cup 2023.

Ya, Indonesia memang menjadi tuan rumah FIBA World Cup 2023 bersama Filipina dan Jepang. Namun, FIBA tidak memberikan tiket otomatis lolos ke ajang bola basket terakbar di dunia itu seperti dua host lainnya.

(Suara.com/Arief Apriadi)

Berita Terkait

Berita Terkini