Arena

6 Turnamen Internasional Bulu Tangkis akan Digelar di Indonesia Tahun Ini, Apa Saja?

Sebanyakenam turnamen level internasional diagendakan akan digelar di Tanah Air pada 2022

Irwan Febri Rialdi

Tangkapan layar - Jonatan Christie dari Indonesia (depan) melakukan selebrasi usai memenangkan pertandingan tunggal putra dan berhasil menjuarai nomor tunggal putra Swiss Open 2022 setelah mengalahkan wakil India Prannoy H.S. dua gim langsung 21-12, 21-18, dalam partai final di Basel, Minggu (27/3/2022). ANTARA/Youtube BWF TV/pri. (ANTARA/Youtube BWF TV)
Tangkapan layar - Jonatan Christie dari Indonesia (depan) melakukan selebrasi usai memenangkan pertandingan tunggal putra dan berhasil menjuarai nomor tunggal putra Swiss Open 2022 setelah mengalahkan wakil India Prannoy H.S. dua gim langsung 21-12, 21-18, dalam partai final di Basel, Minggu (27/3/2022). ANTARA/Youtube BWF TV/pri. (ANTARA/Youtube BWF TV)

Bolatimes.com - Tahun ini akan menjadi tahun bulu tangkis Indonesia. Sebab, sebanyak enam turnamen level internasional diagendakan akan digelar di Tanah Air pada 2022, yakni tiga ajang BWF Super Series dan Indonesia International Challenge.

Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, mengatakan tadinya Indonesia hanya memiliki empat turnamen untuk dilangsungkan, namun kemudian mendapat tambahan dua turnamen internasional level senior di tahun ini.

"Jadi khusus tahun 2022, kita dapat tambahan dua turnamen International Challenge. Kita juga akan adakan lagi Indonesia Masters Super 100 dan International Challenge yang sebelumnya kita rutin laksanakan. Keduanya tidak digelar dalam dua tahun belakangan karena pandemi," kata Rudy lewat informasi tertulis PP PBSI di Jakarta, Senin.

Secara rinci ia memaparkan, agenda yang dimaksud antara lain Indonesia Open Super 1000, Indonesia Masters Super 500, Indonesia Masters Super 100, dan serta tiga Indonesia International Challenge.

Pelaksanaan tambahan dua turnamen dipastikan sangat membantu para pemain pelapis untuk mendapatkan poin, karena turnamen kelas bawah kerap digelar di Benua Eropa selama pandemi. Sementara negara-negara di Asia masih banyak yang belum bisa menyanggupi karena kekhawatiran di masa sekarang.

"Makanya saya mengajukan Indonesia untuk coba dan ternyata disetujui BWF. Ini penting agar pemain-pemain pelapis kita bisa bertanding dan mendapat poin. Tidak harus jauh-jauh ke Eropa," katanya menjelaskan.

Hingga berita ini diturunkan, kepastian jadwal turnamen baru didapat untuk Indonesia Masters Super 500 pada 7-12 Juni dan Indonesia Open Super 1000 pada 14-19 Juni. Keduanya akan digelar di Istora Senayan Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sedangkan untuk empat turnamen lainnya, PP PBSI belum merinci kepastian tempat dan tanggal pelaksanaannya.

"Untuk tanggal dan tempat nanti kami infokan kembali," pungkas Rudy.

(Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini