Arena

Bertema Olahraga, Drakor 'Racket Boys' Ramai Kecaman karena Hina Indonesia

Di episode ke-5, drakor Racket Boys dianggap sudah menghina dan merendahkan Indonesia.

Irwan Febri Rialdi

Sinopsis Racket Boys. (Instagram/sbsdrama.official)
Sinopsis Racket Boys. (Instagram/sbsdrama.official)

Bolatimes.com - Drama Korea berteman olahraga, yakni Racket Boys, sedang banjir kecaman dari netize. Hal ini disebabkan lantaran drakor itu dianggap sudah menghina dan merendahkan Indonesia.

Hal itu terlihat di episode ke-5 Racket Boys. Dimana adegan menampilkan saat mereka tengah bertanding di Jakarta, Indonesia.

Mereka menggambarkan bagaimana Indonesia menyiapkan kamar hotel yang buruk untuk para atlet. Tak cuma itu, adegan tersebut juga menyebut bahwa mereka tidak diperlakukan adil.

Episode itu mengisyaratkan bahwa Indonesia sengaja melakukan hal tersebut agar bisa memenangkan pertandingan dari Korea Selatan.

Unggahan soal Racket Boys [Instagram/@lambe_turah]
Unggahan soal Racket Boys [Instagram/@lambe_turah]

Cuplikan adegan itu pun kemudian diunggah akun gosip Lambe Turah di Instagram pada Rabu (16/6/2021).

"Sepenggal episode racket Boys eps 5 yang seakan akan menjelekkan negara kita membuat netizen berbondong bondong komen di akunnya yang punya kdrama gaes," tulis Lambe Turah.

"Yaa getooo juga kaleeeh om kalo mo buat cerita. Inget om fansnya kdrama dari indo buanyaaak lohh," sambungnya lagi.

Postingan itu juga dilengkapi dengan tangkapan layar dari protesan netizen Tanah Air terhadap SBS, stasiun TV yang menayangkan Racket Boys. Mereka mendesak agar SBS segera meminta maaf.

Sontak saja unggahan ini langsung dibanjiri banyak komentar.

"Saya berhenti menonton drama ini, Sungguh sangat menyakitkan kalian membuat dialog seperti itu. Ditunggu klarifikasi dan permohonan maaf kalian. Saya Cinta Indonesia," ujar @ikanurya_id di kolom komentar.

"Belum nonton tapi udah kecewa. Dah lah nggak jadi nonton," timpal @apriy_apriyani.

"Nyenggol indonesia, SBS auto kena mental," imbuh @cipta____.

"Pokoknya ini eps sudah jadi konsumsi publik, bukan cma ditonton Korea aja tapi juga global, imbasnya ya ini menggiring opini negatif buat suporter Indonesia dan playanan untuk atlet-atlet yang bertandang ke Indonesia," tambah @fansnyg.

(Sumarni)

Berita Terkait

Berita Terkini