Liga

Manchester City Diklaim Raup Pendapatan Terbanyak 2020/21, Kalahkan MU

The Citizen mengalahkan rival sekota Manchester United.

Husna Rahmayunita

Gelandang Manchester City, Jack Grealish (kedua dari kanan) berlari untuk merayakan gol keempat timnya dalam matchday pertama Grup A Liga Champions antara Manchester City vs RB Leipzig di Stadion Etihad, pada 15 September, 2021. (SCARFF / AFP)
Gelandang Manchester City, Jack Grealish (kedua dari kanan) berlari untuk merayakan gol keempat timnya dalam matchday pertama Grup A Liga Champions antara Manchester City vs RB Leipzig di Stadion Etihad, pada 15 September, 2021. (SCARFF / AFP)

Bolatimes.com - Manchester City disebut menjadi klub dengan pendapatan terbanyak selama musim 2020/21. The Citizen mengalahkan rival sekota Manchester United.

Klaim tersebut berdasarkan studi dari firma audit KPMG pada Rabu (12/1/2022). Menurut studi tersebut, Manchester City menghasilkan 644,2 juta euro, naik 17% dari musim sebelumnya.

Adapun urutan kedua ditempati oleh Bayern Munchen dengan pendapatan 597,5 juta euro. Sedangkan Manchester United meraup 557 juta euro.

Pemenang Liga Super Turki, Besiktas memiliki pendapatan terendah di antara delapan klub juara Eropa dengan 59 juta euro.

Dengan hasil ini, Manchester City untuk kali pertama mampu mengalahkan Manchester United.

Meski disebut berpendapatan tinggi, namun The Citizen masih kalah untung dibandingkan Bayern Munchen.

Masih merujuk studi yang sama, Bayern Muenchen adalah satu-satunya peraih gelar dari delapan liga sepak bola utama di Eropa yang menghasilkan keuntungan dalam musim 2020/21.

Mereka meraup untung tertinggi di tengah situasi pandemi yang juga berdampak dengan kejuaran sepak bola.

Juara Bundesliga itu baru saja meraih keuntungan setelah pajak sebesar 1,8 juta euro (2,0 juta dolar)

Selain itu, juga mencatat rasio terendah antara biaya staf dengan pendapatan operasional sebesar 58%.

"Sementara pembukaan kembali stadion dan beberapa kesepakatan komersial besar yang ditandatangani baru-baru ini dapat memberikan optimisme pandemi hanya memperbesar masalah keberlanjutan keuangan dan kerapuhan ekosistem sepak bola," kata kepala olahraga global KPMG, Andrea Sartori dikutip Reuters, Rabu.

Beda nasib, juara Serie A Inter Milan mencatat kerugian tahunan sebesar 245,6 juta euro dari pendapatan operasional sebesar 347,5 juta.

Juara La Liga Atletico Madrid pun kehilangan 111,7 juta euro dengan pendapatan 349,6 juta, demikian dimuat Antara.

Berita Terkait

Berita Terkini