Liga

Buntut Komentar Pedas ke Wasit, Jude Bellingham Didenda Ratusan Juta

Bellingham mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit.

Husna Rahmayunita

Jude Bellingham saat berseragam Timnas Inggris. (PAUL ELLIS / POOL / AFP)
Jude Bellingham saat berseragam Timnas Inggris. (PAUL ELLIS / POOL / AFP)

Bolatimes.com - Gelandang Boroussia Dortmund sekaligus pemain Timnas Inggris, Jude Bellingham dinyatakan bersalah usai meluapkan kekesalannya kepada wasit Felix Zwayer.

Jude Bellingham didenda ratusan juta oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) lantaran komentarnya seusai pertandingan Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen, Minggu (5/12/2021).

Saat itu, Dortmund kalah 2-3 dari Muenchen dan Jude Bellingham melontarkan komentar tajam kepada Feliz Zwayer. Pemicunya, Zwayer menolak permintaan penalti Dortmund sebelum memberikan hadiah penalti kepada Bayern karena Mats Hummel melakukan handball.

Robert Lewandowski mencetak gol dari titik putih untuk memberi Bayern kemenangan 3-2 dan keunggulan empat poin di puncak klasemen Bundesliga.

Seusai pertandingan, Bellingham mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit tersebut.

"Anda dapat melihat banyak keputusan dalam permainan. Untuk laga terbesar di Jerman, ditugasi seorang wasit yang sebelumnya pernah tersangkut kasus pengaturan skor. Apa yang bisa diharapkan?" ujarnya.

Sayangnya komentar itu justru membuatnya didenda sebesar 40.000 euro (sekitar Rp 647 juta) oleh DFB.

"Pengadilan olahraga menganggap pernyataan Bellingham sebagai 'perilaku tidak sportif' dan menghukum pemain nasional Inggris itu dengan denda," demikian ungkap DFB seperti disadur dari Reuters.

Baik Dortmund dan Bellingham telah menerima keputusan DFB tersebut.

Nama Zwayer pernah masuk dalam skandal pada 2005 yaitu menerima suap sebesar 300 euro untuk pengaturan skor dalam pertandingan SV Wuppertal vs Werder Bremen.

Zwayer menerima uang tersebut dari asisten wasitnya saat itu, Robert Hoyzer yang kemudian dihukum penjara dua setengah tahun. Zwayer hanya dihukum larangan memimpin laga selama 6 bulan karena buka suara soal kelakukan Hoyzer.

(Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini