Bolatainment

Eks Pemain Juventus Sebut Nasi Goreng Tak Baik untuk Pesepak Bola

Marco Motta memiliki pandangan tersendiri terhadap nasi goreng.

Husna Rahmayunita

Marco Motta. (Instagram/marcomotta47)
Marco Motta. (Instagram/marcomotta47)

Bolatimes.com - Bintang Persija Jakarta sekaligus mantan pemain Juventus, Marco Motta beberkan alasan di balik keputusannya jaga jarak dengan makanan favorit sejuta umat masyarakat Indonesia, nasi goreng.

Marco Motta memiliki pandangan tersendiri terhadap nasi goreng. Ternyata, ia sangat menjaga jarak dengan makanan tersebut.

Bagi Marco Motta konsumsi makanan dirinya yang merupakan pesepak bola profesional harus dijaga, tidak boleh asal sembarangan karena memberi pengaruh signifikan.

Hal itu diungkapkan Marco Motta dalam wawancara yang videonya diunggah pada akun YouTube resmi Persija Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Sejak berada di Indonesia, Motta mengaku tak banyak mencicipi masakan Indonesia, terutama makanan yang disajikan dengan cara digoreng dan salah satunya nasi goreng.

Bagi Motta, nasi goreng termasuk makanan berat sehingga ia tak boleh asal mengonsumsinya meskipun menjadi makanan favorit sejuta umat di Indonesia.

Bek Persija Jakarta Marco Motta (kiri) dan penyerang Marko Simic. [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]
Bek Persija Jakarta Marco Motta (kiri) dan penyerang Marko Simic. [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

"Sedikit (mencoba makanan Indonesia). Kamu tahu kenapa? Karena saya pemain sepak bola. Saya tidak boleh makan sembarangan," ucap Motta.

"Nasi goreng sudah termasuk makanan berat. Karena di sini banyak menyukai makanan yang disajikan dengan digoreng. Dan hal itu tidak bagus untuk sepak bola," imbuhnya.

Berlatar belakang sebagai pesepak bola Eropa dengan karier yang cukup mentereng, Motta tentu sangat memahami bagaimana menjaga asupan nutrisi yang diperlukan.

Sejumlah klub mentereng Liga Italia dan Liga Inggris pernah dibelanya, antara lain AS Roma, Juventus, Udinese, Torino, Atalanta, Watford hingga Charlton Athletic.

Hingga saat ini, pemain yang pernah membawa Juventus meraih scudetto pada musim 2013-2014 dan Piala Super Italia 2013 itu masih menjadi bagian penting Macan Kemayoran.

Persija masih berkutat di papan tengah klasemen sementara Liga 1 2021, tepatnya di posisi kedelapan dengan raihan 25 poin.

Di laga selanjutnya Persija Jakarta bakal menghadapi PSIS Semarang, tiga poin menjadi harga mati yang harus dimenangi Macan Kemayoran guna memperbaiki posisi di klasemen.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini