Boladunia

Beri Ultimatum! Duta Besar Piala Dunia 2022 Qatar Tegaskan Homoseksual Adalah Haram

Ia memberi ultimatum untuk seluruh hadirin di Piala Dunia 2022

Irwan Febri Rialdi

Para pria berjalan melewati replika trofi Piala Dunia FIFA di luar Stadion Ahmed bin Ali di Al-Rayyan pada 12 November 2022, menjelang Piala Dunia FIFA Qatar 2022. (Kirill Kudryavtsev/AFP)
Para pria berjalan melewati replika trofi Piala Dunia FIFA di luar Stadion Ahmed bin Ali di Al-Rayyan pada 12 November 2022, menjelang Piala Dunia FIFA Qatar 2022. (Kirill Kudryavtsev/AFP)

Bolatimes.com - Duta besar untuk Piala Dunia 2022 sekaligus eka pemain Qatar, Khalid Salman, dengan tegas mengatakan bahwa homoseksualitas sebagai "kerusakan dalam pikiran" dalam sebuah wawancara dengan penyiar Jerman ZDF.

Komentar tersebut muncul hanya dua minggu sebelum Piala Dunia dimulai di negara Teluk dan menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut atas hak asasi manusia dan perlakuan LGBTQ+ di negara tersebut.

Mantan pemain internasional Qatar Khalid Salman mengatakan kepada seorang reporter Jerman bahwa homoseksual itu hukumnya adalah haram.

"(Homoseksualitas) adalah haram. Anda tahu apa artinya haram (terlarang)?" Ungkap Khalid Salman.

"Selama Piala Dunia, banyak hal akan datang ke sini ke negara ini. Mari kita bicara tentang gay: yang paling penting adalah semua orang akan menerima bahwa mereka datang ke sini, tetapi mereka harus menerima aturan kami,"

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengutuk pernyataan Salman pada hari Selasa (9/11/2022) jelang dua minggu bergulirnya Piala Dunia.

"Tentu saja, komentar seperti itu mengerikan, dan itulah alasan mengapa kami mengerjakan hal-hal di Qatar untuk diharapkan meningkat," ucap Nancy Faeser.

Wawancara itu dipotong oleh seorang petugas media dari panitia penyelenggara Piala Dunia setelah Salman mengungkapkan pandangannya tentang homoseksual, ZDF melaporkan.

Faeser, yang juga bertanggung jawab untuk olahraga, mengatakan perdana menteri negara itu telah memberinya jaminan keamanan untuk para penggemar, tidak peduli dari mana mereka berasal, siapa yang mereka cintai dan apa yang mereka yakini, ketika dia mengunjungi Qatar seminggu yang lalu.

Faeser mengklaim tidak ada perubahan sikap dari perdana menteri, yang juga menteri dalam negeri Qatar, dan berencana untuk menghadiri pertandingan pembukaan Piala Dunia Jerman melawan Jepang secara langsung.

Bulan lalu, duta besar Jerman untuk negara Teluk dipanggil oleh pemerintah Qatar setelah Faeser muncul untuk mengkritik negara itu karena catatan hak asasi manusianya.

Pihak FIFA tetap yakin bahwa semua tindakan yang diperlukan akan dilakukan bagi penggemar LGBTQ+ untuk menikmati turnamen dalam lingkungan yang ramah dan aman.

FIFA juga menunjuk sejumlah tindakan yang diterapkan di Qatar, termasuk sesi pelatihan hak asasi manusia dan sistem pemantauan anti-diskriminasi di dalam stadion.

Kontributor SuaraJogja.id: Moh. Afaf El Kurnia

Berita Terkait

Berita Terkini