Arena

Tato di Punggung Wulan Guritno Disorot, Ternyata Punya Makna Mendalam

Warganet salah fokus melihat tato Wulan Guritno.

Husna Rahmayunita

Wulan Guritno. (Instagram/wulanguritno)
Wulan Guritno. (Instagram/wulanguritno)

Bolatimes.com - Wulan Guritno memiliki body goals idaman yang menyihir pandangan. Penampilan mantan presenter olahraga tersebut kerap mencuri perhatian.

Terbukti, hampir setiap unggahannya disorot. Seperti dalam foto yang belum lama ini diunggahnya di Instagram, ketika mengekspos tato di punggung,

Dalam unggahan yang dibagikan, Selasa (7/9/2021) tersebut, Wulan Guritno yang mengenakan atasan putih berpose membelakangi kamera. Saat itu, bagian punggungnya terlihat.

Meski tujuan Wulan Guritno adalah menunjukkan momen ketika ia menikmati semilir angin, gambar tato di punggungnya tak dapat diabaikan.

Dari banyaknya desan tato yang biasa digemari kaum hawa, Wulan Guritno justru lebih memilih gambar bendera Inggris dan Indonesia yang saling menyilang.

"Dengarkan angin, dia bercengkerama. Dengarkan keheningan, dia berbicara. Dengarkan hatimu, dia tahu," tulis Wulan dalam bahasa Inggris.

Unggahan Wulan Guritno (Instagram)
Unggahan Wulan Guritno (Instagram)

Alih-alih fokus pada apa yang disampaikan pemain Jailangkung itu, warganet justru lebih tertarik dengan gambar tato tersebut.

"Tattoonya keren," ujar akun han***.

"Beautiful tattoo," timpal akun sudar***.

Sedikit kilas balik, pada 2017 silam, Wulan Guritno sempat menjelaskan makna dari tato yang ada punggungnya tersebut.

Menurut ibu dari tiga anak ini, tato bendera itu bukan sembarang tato yang dibuat untuk bergaya. Sebaliknya, tato tersebut menunjukkan persaudaraan antara Wulan dan adik-adiknya, sekaligus menjadi simbol cinta dan toleransi.

Keluarga Wulan memang berasal dari dua budaya serta keyakinan yang dipersatukan.  Wulan Guritno dilahirkan di Inggris pada 14 April 1981 dengan nama Sri Wulandari Lorraine.

Sang ibu, Deana Battams, merupakan warga asal Inggris beragama Kristen. Sementara sang ayah, Joko Guritno, adalah keturunan Jawa berkeyakinan Islam.

(Matamata.com/Rosiana Chozanah)

Berita Terkait

Berita Terkini