Liga

Ketar-ketir dengan Chelsea, Lionel Messi Lebih Suka Hadapi MU atau Arsenal

Lionel Messi menungkapkan klub yang dirinya benci untuk dihadapi

Irwan Febri Rialdi

Aksi Lionel Messi di laga debutnya bersama PSG. (FRANCK FIFE / AFP)
Aksi Lionel Messi di laga debutnya bersama PSG. (FRANCK FIFE / AFP)

Bolatimes.com - Banyak yang anggapan bahwa musuh abadi Lionel Messi adalah Real Madrid. Dalam banyak kesempatan, La Pulga  ketika berseragam Barcelona acap kali terlihat emosional nyaris benci saat jumpa El Real.

Namun, bukan Madrid yang nyatanya menjadi klub paling dibenci Lionel Messi. Ada satu klub yang mungkin akan selalu diingat bomber Argentina ini seumur hidupnya.

Adalah Chelsea yang jadi klub paling dibenci Messi. Hal ini diutarakan peraih enam Ballon d'Or dalam beberapa kesempatan.

"Ada pemain di sini yang membenci Chelsea daripada Real Madrid. Saya tak pernah berpikir saya mendengar diri saya mengatakan itu," kata Messi dikutip dari Sky Sport.

"Saya juga tidak pernah berpikir saya akan melihat sesuatu yang lebih buruk daripada persaingan Boca Juniors vs River Plate atau Brasil vs Argentina," kata Lionel Messi.

"Kami suka melawan Arsenal, Man United, atau siapa pun. Ketimbang kami harus bersua Chelsea," kata Messi.

Messi berujar demikian dalam sesi jumpa pers usai Barcelona bermain di leg pertama Liga Champions 2006. Ketika itu, Barca menang dengan skor 2-1 setelah di Camp Nou bermain imbang 1-1.

Kebencian Messi tak hanya pada 2006, nyatanya. Pada edisi Liga Champions 2012, mungkin adalah puncak kebencian Messi pada Chelsea.

Ketika itu, Barcelona dan Chelsea kembali bersua di babak semifinal. Chelsea unggul di leg pertama dengan gol tunggal Didier Drogba.

Di leg kedua, Barcelona sempat unggul 2-0. Kemudian Chelsea membalas 1 gol via Ramires.

Saat mengejar defisit gol kandang, Chelsea memberikan pesakitan di menit akhir via Fernando Torres yang memaksa kedudukan imbang.

Padahal, Chelsea ketika itu bermain dengan 10 pemain. Kapten mereka, John Terry, mendapat kartu merah.

Pada 2021, saat Messi pindah dari Barcelona ke PSG, dia kembali mengungkit sakit hatinya kepada Chelsea.

"Saya ingin mencoba memenangi Liga Champions di waktu [melawan Chelsea]. Kami sudah sampai semifinal bersama Pep Guardiola, namun mereka mencegah kami ke final," tutur La Pulga.

Kontributor: Kusuma Alan

Berita Terkait

Berita Terkini