DATA BELUM TERSEDIA

3 Blunder Bima Sakti saat Timnas Indonesia U-16 Dibantai Malaysia

Andai Bima Sakti lebih cermat, mungkin hasilnya berbeda

Irwan Febri BolaTimes.com
Senin, 10 Oktober 2022 | 09:53 WIB
3 Blunder Bima Sakti saat Timnas Indonesia U-16 Dibantai Malaysia

3 Blunder Bima Sakti saat Timnas Indonesia U-16 Dibantai Malaysia

bolatimes.com - Pelatih timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, menyebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab di balik kegagalan timnya untuk lolos dari Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.

Sebab, ada beberapa blunder yang dilakukan Bima Sakti saat timnas Indonesia U-16 dibantai dengan skor 1-5 oleh Malaysia pada laga pamungkas Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.

“Bisa jadi (pemain timnas Indonesia U-16) kelelahan dan kesalahan saya juga melawan Guam seharusnya memasang lapis kedua,” kata Bima Sakti, dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan, Minggu (9/10/2022).

Selain kegagalan tim pelatih dalam mengelola kebugaran para pemain timnas Indonesia U-16, ada sejumlah catatan penting yang juga dianggap sebagai kekalahan ini.

Beberapa di antaranya memang berkaitan dengan skema bermain serta strategi yang diterapkan oleh Bima Sakti saat Indonesia menghadapi laga krusial melawan Malaysia.

Berikut Bolatimes.com menyajikan tiga blunder yang diambil oleh Bima Sakti saat timnas Indonesia U-16 dibantai Malaysia hingga gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023.

1. Kepercayaan Diri yang Berlebih

Pelatih timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, tampak terlalu percaya diri saat memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam pertandingan krusial melawan Malaysia.

Sebetulnya, timnas Indonesia U-16 hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa mengamankan puncak klasemen akhir Grup B demi lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023.

Namun, Bima justru menginstruksikan anak asuhnya untuk melancarkan serangan secara terus menerus sejak menit awal, sehingga timnya justru kebobolan lewat skema serangan balik.

2. Memainkan Femas Aprian Crespo

Absennya kapten sekaligus bek andalan timnas Indonesia U-16, Muhammad Iqbal Gwijangge, ternyata tak dapat ditutup oleh pemain yang menggantikannya, Femas Aprian Crespon.

Keputusan Bima Sakti memilih Femas Aprian Crespo juga patut dipertanyakan. Sebab, pada tiga laga sebelumnya, pemain ini belum pernah mencatatkan bermain di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.

Padahal sebetulnya ada pemain yang sudah pernah bermain, yakni Andre Pangestu. Namun, Bima justru memilih Femas yang akhirnya diganti pada babak pertama.

Sebab, Femas tampak belum siap untuk menjadi starter. Dia justru melakukan beberapa kesalahan dalam mengawal lawan, sehingga gawang Indonesia digelontor sejumlah gol.

3. Skema Bermain Tak Berubah dan Mudah Terbaca Lawan

Jika dibandingkan tiga pertandingan sebelumnya, skema yang digunakan timnas Indonesia U-16 pada laga melawan Malaysia tidak mengalami perubahan yang berarti.

Sebab, Bima Sakti selalu menggunakan skema 4-4-2. Para pemain yang diturunkan pun juga nyaris semuanya sama. Hanya ada beberapa perbedaan di posisi tertentu.

Artinya, skema bermain Bima dan strategi yang coba diterapkan sudah dibaca oleh Malaysia. Arkhan Kaka juga tampak terisolasi dari suplai bola karena sudah dikawal ketat oleh lawan.

×
Zoomed
TERKINI

Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers masih menunda debutnya di SC Heerenveen. Simak alasan kebugaran dan ritme tanding sang...

bolaindonesia | 13:09 WIB

Mees Hilgers resmi bergabung dengan SC Heerenveen. Simak peluangnya kembali membela Timnas Indonesia di bawah arahan pel...

bolaindonesia | 07:00 WIB

Wasit asing tidak lagi rutin bertugas di Super League 2026/2027. Simak alasan PSSI di balik pembatasan penugasan pengadi...

bolaindonesia | 13:36 WIB

Pekan pembuka BRI Super League 2025/26 menyajikan kejutan dari kiper Persik Kediri, Leo Navacchio, yang dinobatkan sebag...

bolaindonesia | 23:16 WIB

Kiper andalan PSM Makassar, Reza Arya Pratama, baru saja mengukir rekor pribadi yang membanggakan....

bolaindonesia | 22:05 WIB