Boladunia

Kisah di Balik Tendangan Kalajengking Rene Higuita

Rene Higuita sempat membuat heboh kala melakukan tendangan kalajengking

Irwan Febri Rialdi

Kiper legendaris Timnas Belgia, Rene Higuita. (DIBYANGSHU SARKAR / AFP)
Kiper legendaris Timnas Belgia, Rene Higuita. (DIBYANGSHU SARKAR / AFP)

Bolatimes.com - Dunia sepak bola pernah memiliki kiper nyentrik pada sosok Rene Higuita. Penjaga gawang asal Kolombia ini dikenal berkat aksi tendangan kalajengkingnya.

Sepak bola saat ini telah berevolusi di mana tugas kiper tak hanya mengawal gawang dari kebobolan, melainkan juga menjadi pemain yang berkontribusi dalam permainan.

Sebagai di era saat ini ada nama Manuel Neuer yang dikenal karena perannya sebagai Sweeper. Dalam beberapa laga, nampak kiper asal Jerman ini kerap membantu permainan timnya.

Entah itu menyapu bola di luar areanya ataupun menjadi sosok pertama yang membangun serangan untuk Bayern Munchen dan tim nasional Jerman.

Sebelum aksi Neuer ini, kiper yang identik dengan aksi sebagai Sweeper adalah Rene Higuita. Bisa dikatakan, ikon sepak bola Kolombia ini adalah penjaga gawang pertama yang mengenalkan peran tersebut.

Karena aksinya yang kerap keluar dari areanya, Higuita mendapat julukan El Loco atau Si Gila. Pasalnya di era 80 dan 90 an, kiper dikenal hanya sebatas sosok yang menjaga gawang saja.

Selain andal menjadi Sweeper, Higuita juga terbilang tajam. Total 41 gol telah ia cetak selama 25 tahun berkarier di lapangan hijau sebagai kiper.

Meski demikian, nama Higuita lebih dikenang akan aksi gilanya yakni menyelamatkan gawang dengan tendangan kalajengking saat membela Kolombia melawan Inggris di tahun 1995.

Kira-kira, apa yang mengilhami Rene Higuita melakukan tendangan kalajengking untuk menyelamatkan gawangnya?

Terinspirasi dari Aksi Salto Anak-anak di Taman

Rene Higuita melakukan tendangan kalajengking tepat di muka gawangnya persis kala Kolombia menjalani laga persahabatan melawan Inggris di Stadion Wembley, 6 September 1995.

Saat itu, Higuita melakukan aksi tendangan kalajengking untuk menyapu umpan silang Jamie Redknapp yang mengarah ke gawangnya.

Aksi tersebut sontak membuat penonton dan komentator terkejut. Bahkan aksi tersebut masuk dalam momen terbaik olahraga ke-94 dalam 100 momen terhebat di dunia olahraga.

Usut punya usut, Higuita melakukan aksi tersebut karena terinspirasi permainan anak-anak di taman yang menendang bola dengan gaya salto.

Saat itu, ia berpikir hasilnya akan keren andai ia melakukannya dengan terbalik. Higuita pun berlatih untuk mewujudkan hal tersebut yang baru tercipta lima tahun kemudian saat melawan Inggris.

"Anak-anak selalu menjadi inspirasiku. Saya selalu melihat mereka di jalan atau di taman melakukan tendangan salto. Dan saya katakan kepada mereka, akan lebih baik jika melakukannya secara terbalik," ujar Higuita dikutip dari laman Goal Internasional.

"Dan hari itu di Inggris, saya diberi bola yang di mana telah saya nantikan selama lima tahun," pungkasnya.

Aksi tendangan kalajengking Higuita sendiri menjadi sebuah inovasi di sepak bola. Aksi ini dianggap sebagai bentuk perlawanan akan cara konvensional dalam bermain sepak bola.

Maka jangan heran Olivier Giroud pernah mendapat penghargaan gol terbaik FIFA karena aksinya mencetak gol dengan tendangan kalajengking saat membela Arsenal.

Karena pada dasarnya, aksi ini terbilang sulit. Seorang pemain membutuhkan insting yang kuat terhadap posisi bola agar bisa menendangnya baik untuk mencetak gol ataupun menyelamatkan gawang seperti Rene Higuita.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini