Bolaindonesia

Aceh Dituding Mainkan Sepak Bola Gajah, Fakhri Husaini: Siap Kalau Diusut

Aceh dituding terlibat sepak bola gajah saat lawan Kalimantan Timur di PON Papua.

Rauhanda Riyantama

Dugaan 'sepak bola gajah' di PON XX Papua. (Instagram/pengamatsepakbola)
Dugaan 'sepak bola gajah' di PON XX Papua. (Instagram/pengamatsepakbola)

Bolatimes.com - Pelatih sepak bola putra Aceh, Fakhri Husaini, akhirnya angka bicara soal isu sepak bola gajah yang menerpa timnya. Ia pun mengaku siap jika memang kejadian itu akan diusut oleh PSSI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Aceh dituding terlibat sepa bola gajah saat lawan Kalimantan Timur pada pertandingan terakhir Grup C babak penyisihan sepak bola putra PON Papua 2021 di Stadion Barnabas Youwe, Senin (4/10/2021) lalu.

"Ini kenapa jadi ramai karena ada tim yang tersingkirkan karena skor itu. Tapi, buat saya sih ini biasa, artinya orang bebas saja berpendapat," ucap Fakhri Husaini seperti dimuat Antara, Kamis (7/10/2021).

Fakhri menilai ada lebih banyak gol bunuh diri yang lebih tidak masuk akal dibanding yang terjadi ketika laga Aceh vs Kaltim pada beberapa hari lalu. Dari aspek teknis, bola sebelum terjadinya gol bunuh diri Kaltim memang sulit untuk dikendalikan.

"Saya sebagai pelatih tentu melihat dari aspek teknis ya. Saya melihat dari aspek teknis, itu sulit memang bola datang tiba-tiba ke kakinya Rizky," jelas mantan pelatih Timnas Indonesia level usia itu.

Pelatih kepala timnas U-19 Indonesia Fakhri Husaini memberikan instruksi kepada para pemainnya pada pertandingan persahabatan melawan timnas Iran di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2019). Timnas U-19 Indonesia dikalahkan Iran dengan skor 2-4. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww)
Pelatih kepala timnas U-19 Indonesia Fakhri Husaini memberikan instruksi kepada para pemainnya pada pertandingan persahabatan melawan timnas Iran di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2019). Timnas U-19 Indonesia dikalahkan Iran dengan skor 2-4. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww)

Fakhri lanjut mengatakan, dirinya tidak masalah jika pertandingan dan insiden gol bunuh diri yang terjadi pada laga Aceh vs Kaltim akan diusut oleh PSSI.

Fakhri menilai PSSI memang punya kewajiban untuk menegakan azas fairplay dan respect serta berharap semuanya bisa dilihat dari bukti dan fakta di lapangan.

"Ya kalau mau diusut silahkan saja, wajar misalnya kalau ada yang diusut misalkan karena ada dugaan. Karena PSSI juga punya kewajiban untuk menegakan fairplay, respect. Ini sah-sah saja," ucap Fakhri santai.

"Tapi ya itu tadi, harus betul-betul ketika menyikapi suatu persoalan itu betul-betul berdasarkan bukti, fakta di lapangan," tukas gelandang legendaris Timnas Senior Indonesia itu.

Beberapa waktu belakangan ini, di media sosial memang ramai soal isu sepak bola gajah yang melibatkan Aceh dan Kaltim di sepakbola putra PON Papua.

Dalam pertandingan tersebut, Aceh berhasil memenangi laga melawan Kaltim dengan skor 3-2, yang diwarnai oleh satu gol bunuh diri oleh bek Kaltim, Muhammad Rizky Ramadhan pada menit 70.

Akibat dari skor ini, Sulawesi Utara dipastikan tidak lolos ke babak enam besar cabang olahraga sepakbola putra PON Papua, serta sempat memicu dugaan dan perdebatan.

Berita Terkait

Berita Terkini