🏆 FIFA World Cup 2026
First Stage · Group D Sunday 14 June 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
Australia 2
Türkiye 0
First Stage · Group E Sunday 14 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Germany 7
Curaçao 1
First Stage · Group F Sunday 14 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
Netherlands 2
Japan 2
First Stage · Group E Sunday 14 June 2026
📍 Philadelphia Stadium, Philadelphia
Côte d'Ivoire 1
Ecuador 0
First Stage · Group C Sunday 14 June 2026
📍 Boston Stadium, Boston
Haiti 0
Scotland 1
First Stage · Group C Saturday 13 June 2026
📍 New York/New Jersey Stadium, New Jersey
Brazil 1
Morocco 1
First Stage · Group B Saturday 13 June 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
Qatar 1
Switzerland 1
First Stage · Group D Saturday 13 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
USA 4
Paraguay 1
First Stage · Group A Friday 12 June 2026
📍 Guadalajara Stadium, Guadalajara
Korea Republic 2
Czechia 1
First Stage · Group B Friday 12 June 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Canada 1
Bosnia and Herzegovina 1
First Stage · Group A Thursday 11 June 2026
📍 Mexico City Stadium, Mexico City
Mexico 2
South Africa 0

Begini Modus Pengaturan Skor di Liga Indonesia

Salah satu pelaku sepak bola tanah air mengungkapkan modus pengaturan skor di kompetisi liga Indonesia

Galih Priatmojo | BolaTimes.com
Senin, 19 November 2018 | 19:00 WIB
Ilustrasi pengaturan skor. (Dok. Digitalsporty).

Ilustrasi pengaturan skor. (Dok. Digitalsporty).

Bolatimes.com - Isu pengaturan skor yang diduga terjadi di laga Persib Bandung kontra PSMS Medan pekan lalu sejenak mengingatkan kembali akan tabir kelam sepak bola Indonesia. Mafia bola nyatanya masih bersemayam dan bahkan sudah meranggas hingga sudut-sudut tribun stadion.

Ya, hampir semua sepakat bahwa aksi pengaturan skor dalam dunia olahraga khususnya sepak bola merupakan praktek kotor yang jauh dan menghilangkan semangat sportivitas. Namun seperti halnya hantu, praktek-praktek tersebut nyata ada meski tak berwujud rupa dan bentuknya.

Bolatimes.com berkesempatan melakoni wawancara dengan salah seorang pelaku sepak bola tanah air yang sudah sarat pengalaman di kompetisi teratas liga Indonesia. Kepada awak Bolatimes, pria yang sebut saja bernama Suradi beberapa kali nyaris terlibat dengan praktek kotor tersebut.

Ia mengakui praktek sejenis pengaturan skor merupakan hal lumrah yang terjadi di pentas sepak bola tanah air. Secara garis besar ada sejumlah modus yang digunakan dalam melakukan praktek pengaturan skor.

Modus pertama pengaturan skor sudah dikondisikan sejak sebelum kompetisi berlangsung. Skemanya, akan ada tim-tim yang memang dipersiapkan kalah, bermain imbang, menang dan akan jadi jawara di akhir kompetisi.

''Praktek pengaturan skor itu bukan rahasia lagi. Seringkali sudah dikondisikan sebelum kompetisi ya semacam arisan. Musim ini siapa yang menang yang kalah begitu,'' bebernya, Senin (19/11/2018).

Praktek tersebut pun diakuinya tidak berdiri sendiri. Menurutnya hampir semua komponen yang ada dalam penyelenggaraan kompetisi terlibat. Celakanya, ia menyebut saat ini praktek tersebut bahkan sudah terjadi terang-terangan.

Berdasar pengalamannya, praktek pengaturan skor tak lepas dari manajemen, pemain dan perangkat di lapangan terutama wasit.

''Bisa dibilang itu benang kusut karena melibatkan hampir semua komponen di kompetisi. Ya ada manajemennya pemainnya lalu juga ada perangkat di lapangan. Sebab ngga bisa berdiri sendiri-sendiri, ngga mungkin hanya pemain saja, pasti ada yang lain,'' ungkapnya.

Modus kedua yakni lobi-lobi yang dilakukan jelang hari H pertandingan. Dalam beberapa kasus terdapat 'bandar' yang ikut terlibat soal kesepakatan dari kedua tim yang akan berlaga.

Baca Juga: 3 Mantan Pemain Persib Bandung Ini Beri Dukungan Pada Supardi

''Saya dulu pernah dalam satu laga itu ternyata dianggarkan sebesar Rp 1 miliar. Saya saat itu diberi jatah Rp 200 juta untuk kalah. Tapi saya ngga mau. Meskipun akhirnya tim kami tetap kalah, ternyata ada manajemen dan pemain yang terlibat juga waktu itu,'' terangnya.

Suradi menjelaskan praktek pengaturan skor diakui sulit untuk dihilangkan. Sebab, tak sedikit di antara klub-klub yang membutuhkan sokongan dana dari praktek tersebut.

''Semenjak tak ada suntikan dari APBD klub-klub di Indonesia banyak yang kesulitan, nah praktek pengaturan skor menjadi marak karena mereka bisa dapat sokongan dari situ kalau ga begitu susah mereka. Meskipun setahu saya ngga semua menerapkan praktek itu,'' tambahnya.

 

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pekan pembuka BRI Super League 2025/26 menyajikan kejutan dari kiper Persik Kediri, Leo Navacchio, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Bali United

bolaindonesia | 23:16 WIB

Polemik rumput JIS kembali mencuri perhatian penggemar sepak bola Indonesia, mempertanyakan mengapa stadion megah berbiaya Rp2 triliun ini terus bermasalah.

bolaindonesia | 12:18 WIB

Persija Jakarta mengawali BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan gemilang 4-0 atas Persita Tangerang

bolaindonesia | 01:21 WIB

Kodai Tanaka, striker asal Jepang, menjadi bintang kemenangan Laskar Sambernyawa dengan gol krusialnya, menandai debut impresif di sepak bola Indonesia.

bolaindonesia | 01:13 WIB

Saya yakin kami bisa menang, tapi banyak peluang gagal jadi gol, ujar pelatih asal Belanda itu.

bolaindonesia | 01:08 WIB

Pekan perdana BRI Super League 2025/26 langsung menyajikan partai panas antara Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Jakarta International Stadium (JIS)

bolaindonesia | 00:36 WIB

Manajemen Persik Kediri resmi mengumumkan skema harga tiket pertandingan kandang untuk kompetisi Super League 2025/2026,

bolaindonesia | 22:56 WIB

Timnas Putri U-17 Indonesia dipastikan tergabung dalam Grup C bersama Myanmar, Mongolia, dan Makau

bolaindonesia | 22:19 WIB

Duel ini tak hanya menjadi penanda dimulainya kompetisi, tetapi juga pertarungan awal dua calon kuat juara musim ini.

bolaindonesia | 22:13 WIB

Akademi Persib kembali menunjukkan tajinya dengan mempromosikan sejumlah talenta muda yang siap bersinar.

bolaindonesia | 21:48 WIB