Liga prancis 31 Oktober 2026
LE Havre 1
PSG 5
Liga jerman 31 Oktober 2026
SV Elversberg 4
FSV Mainz 05 1
Liga spanyol 31 Oktober 2026
Villarreal 0
Espanyol 1
Liga prancis 31 Oktober 2026
Lille 1
Lens 0
Liga italia 30 Oktober 2026
Frosinone 5
Lecce 1
Liga italia 30 Oktober 2026
Fiorentina 2
Atalanta 2
Liga indonesia 30 Oktober 2026
Java United 2
Bhayangkara FC 0
Liga indonesia 30 Oktober 2026
Persebaya Surabaya 1
Persijap 1
Liga italia 29 Oktober 2026
Parma 0
Udinese 0
Liga italia 29 Oktober 2026
Venezia 0
Inter Milan 2
Liga italia 29 Oktober 2026
AC Milan 2
Bologna 4
Liga italia 29 Oktober 2026
Monza 1
Napoli 4
Liga italia 29 Oktober 2026
Genoa 2
Juventus 0
Liga italia 28 Oktober 2026
Sassuolo 2
Lazio 6
Liga italia 28 Oktober 2026
Torino 1
Como 3
Liga italia 28 Oktober 2026
AS Roma 4
Cagliari 2
Liga prancis 27 Oktober 2026
PSG 2
Lyon 0
Liga spanyol 27 Oktober 2026
Sevilla 2
Osasuna 0
Liga indonesia 27 Oktober 2026
PSS Sleman 1
Borneo FC 2
Liga italia 26 Oktober 2026
Lecce 0
Juventus 2
Liga spanyol 26 Oktober 2026
Real Sociedad 2
Levante 1
Liga italia 26 Oktober 2026
Udinese 0
AC Milan 2
Liga spanyol 26 Oktober 2026
Barcelona 1
Real Madrid 2
Liga indonesia 26 Oktober 2026
Persija 2
Persik Kediri 1
Liga indonesia 26 Oktober 2026
Persebaya Surabaya 3
Madura United 1
Liga indonesia 26 Oktober 2026
Bhayangkara FC 0
PSM Makassar 0
Liga italia 25 Oktober 2026
Lazio 2
Parma 1
Liga prancis 25 Oktober 2026
Lens 2
Paris FC 1
Liga spanyol 25 Oktober 2026
Atletico Madrid 1
Deportivo La Coruna 0
Liga indonesia 25 Oktober 2026
Persita 1
Bali United 1
Liga indonesia 25 Oktober 2026
Arema FC 4
Dewa United 0
Liga italia 25 Oktober 2026
Inter Milan 2
Fiorentina 1
Liga indonesia 25 Oktober 2026
Garudayaksa 1
Persib Bandung 2
Liga spanyol 25 Oktober 2026
Athletic Club 4
Getafe 0
Liga inggris 25 Oktober 2026
Hull City 1
Brentford 1
Liga inggris 25 Oktober 2026
Crystal Palace 0
Newcastle 2
Liga inggris 25 Oktober 2026
Liverpool 2
Brighton 0
Liga inggris 25 Oktober 2026
Man United 0
Bournemouth 3
Liga italia 25 Oktober 2026
Atalanta 4
Frosinone 4
Liga italia 25 Oktober 2026
Genoa 1
Venezia 0
Liga prancis 25 Oktober 2026
AS Monaco 1
Lille 1
Liga jerman 25 Oktober 2026
Hoffenheim 3
Bayer Leverkusen 0
Liga spanyol 25 Oktober 2026
Celta Vigo 0
Real Betis 0
Liga prancis 25 Oktober 2026
Auxerre 1
Le Mans 1
Liga prancis 25 Oktober 2026
Rennes 3
Strasbourg 0
Liga prancis 25 Oktober 2026
Marseille 4
LE Havre 3
Liga prancis 25 Oktober 2026
Angers 0
Lorient 0
Liga inggris 25 Oktober 2026
Sunderland 0
Leeds United 0
Liga jerman 25 Oktober 2026
SC Freiburg 1
Bayern Munchen 3

Fakhri Husaini Kasihan Lihat Kondisi Bima Sakti di Piala AFF 2018

''Harusnya Bima ya menjadi Bima,'' tegas Fakhri Husaini.

Stefanus Aranditio BolaTimes.com
Senin, 19 November 2018 | 08:47 WIB
Fakhri Husaini Kasihan Lihat Kondisi Bima Sakti di Piala AFF 2018

Fakhri Husaini Kasihan Lihat Kondisi Bima Sakti di Piala AFF 2018

bolatimes.com - Pelatih timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini menilai rekannya yang kini melatih Timnas Indonesia senior, Bima Sakti tak pantas disalahkan dari penampilan skuat Garuda di Piala AFF 2018 yang sudah melakoni tiga laga fase grup.

Bima Sakti sudah melakoni tiga laga awal babak fase grup B Piala AFF 2018, dari tiga laga tersebut Hansamu Yama cs harus tunduk dua kali dari Singapura dan Thailand dan hanya satu kali menang melawan Timor Leste di matchday kedua.

Hasil itu membuat suporter merasa kecewa dengan performa timnas Indonesia di bawah asuhan Bima Sakti, mereka bahkan menyerukan bentuk protes dengan gerakan #KosongkanGBK pada laga kandang melawan Timor Leste.

Namun, Fakhri Husaini berkata lain, ia justru merasa kasihan dengan beban berat yang dipikul oleh Bima Sakti selaku pelatih yang ditunjuk menggantikan sosok pelatih sekelas Luis Milla.

''Saya sebenarnya kasihan Bima (Sakti), Bima menerima tugas yang cukup berat menjadi pelatih AFF ini, apalagi mereka membanding-bandingkan dengan (Luis) Milla,'' kata Fakhri Husaini kepada Bolatimes.com di Yogyakarta, (18/11/2018).

Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti (kedua kiri) memberikan instruksi dalam sesi latihan menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 melawan Timor Leste, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (12/11/2018). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti (kedua kiri) memberikan instruksi dalam sesi latihan menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 melawan Timor Leste, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (12/11/2018). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Menurut pelatih 56 tahun asal Aceh tersebut para penikmat sepak bola timnas Indonesia tidak bisa membandingkan Bima Sakti dengan pelatih timnas Indonesia sebelumnya, Luis Milla.

''Padahal kalau kita lihat Milla prestasinya enggak ada juga kan, saya juga heran juga, target-targetnya kan gagal juga. Nah ini yang menambah beban berat Bima itu ketika bayang-bayang Milla itu selalu nempel di dia,''

''Harusnya Bima ya menjadi Bima, kalau hasil ini (AFF) gagal, ya ini memang sudah Bima, kalau sukses mereka baru bilang ini bukan Bima, Bima kan cuma meneruskan Milla saja, nah ini saya bisa merasakanlah bagaimana beratnya tugas Bima,'' jelas Fakhri.

Mantan pemain timnas Indonesia era 1990an itu menegaskan yang harus bertanggung jawab jika timnas Indonesia gagal menembus semifinal Piala AFF 2018 adalah PSSI selaku federasi, bukan Bima Sakti.

''Buat saya tidak tepat Bima dijadikan kambing hitam jika gagal di AFF, justru saya menaruh respek luar biasa kepada Bima, dengan kondisi seperti ini dia mau ambil alih posisi pelatih, PSSI yang harus bertanggung jawab kalau kita gagal, Bima sudah menjalankan dengan cukup baik lah,'' tegas Fakhri.

Baca Juga: Hasil Lengkap UEFA Nations League: Swiss dan Inggris ke Semifinal

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini saat mengisi diskusi pembinaan sepak bola usia muda di Yogyakarta, Minggu (18/11/2018) (STEPHANUS ARANDITIO/BOLATIMES.COM)
Pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini saat mengisi diskusi pembinaan sepak bola usia muda di Yogyakarta, Minggu (18/11/2018) (STEPHANUS ARANDITIO/BOLATIMES.COM)

Lebih lanjut bicara soal peluang, pelatih yang sukses membawa skuat Garuda Asia juara di Piala AFF U-16 beberapa waktu lalu itu mengatakan Timnas Indonesia bersama Bima Sakti akan kesulitan terlebih sudah kalah di dua laga awal fase grup.

''Saya kira agak sulit ya, kita sudah dua kali kalah, lawan kita selanjutnya lawan Filipina juga tim yang cukup kuat, tapi sebagai orang Indonesia, mantan pemain dan pelatih juga saya tetap mendukung Bima ya, tentu ini harus menjadi pelajaran yang bagus untuk PSSI,'' harap Fakhri.

Skuat Garuda kini berada di peringkat keempat Grup B dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan serta memiliki selisih gol minus satu. Indonesia berada di bawah Thailand (6 poin), Filipina (6 poin), dan Singapura (3 poin). Namun, ketiga negara tersebut baru memainkan dua laga di Grup B.

Meski peluang terlihat sudah begitu tipis, anak asuh Bima Sakti sejatinya masih berpeluang untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Hanya saja ada beberapa hal yang harus terjadi dengan syarat di bawah ini:

3 Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF 2018 

×
Zoomed
TERKINI

Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers masih menunda debutnya di SC Heerenveen. Simak alasan kebugaran dan ritme tanding sang...

bolaindonesia | 13:09 WIB

Mees Hilgers resmi bergabung dengan SC Heerenveen. Simak peluangnya kembali membela Timnas Indonesia di bawah arahan pel...

bolaindonesia | 07:00 WIB

Wasit asing tidak lagi rutin bertugas di Super League 2026/2027. Simak alasan PSSI di balik pembatasan penugasan pengadi...

bolaindonesia | 13:36 WIB

Pekan pembuka BRI Super League 2025/26 menyajikan kejutan dari kiper Persik Kediri, Leo Navacchio, yang dinobatkan sebag...

bolaindonesia | 23:16 WIB

Kiper andalan PSM Makassar, Reza Arya Pratama, baru saja mengukir rekor pribadi yang membanggakan....

bolaindonesia | 22:05 WIB