Liga

Manchester City Gagal ke Final Liga Champions 2021-2022, Warganet Singgung Kutukan

Nama Pep Guardiola lantas menjadi sorotan publi usai Man City kalah.

Husna Rahmayunita

Pep Guardiola terlihat sedih usai gagal bawa Manchester City juara Liga Champions. (DAVID RAMOS / AFP / POOL)
Pep Guardiola terlihat sedih usai gagal bawa Manchester City juara Liga Champions. (DAVID RAMOS / AFP / POOL)

Bolatimes.com - Manchester City menelan pil pahit gagal ke final Liga Champions 2021-2022 usai dibungkam Real Madrid. Kekalahan Manchester City menjadi perbincangan warganet.

Menjamu Manchester Citu, Real Madrid sukses comeback di Santiago Bernabeu pada Kamis (5/5/2022) dini hari WIB. Los Blancos berhasil merebut tiket final Liga Champions usai memastikan kemenangan 3-1 atas the Citizen dengan agregat gol 6-5.

Kekalahan atas Real Madrid menghentikan langkah Manchester City dan memupus harapan anak asuh Pep Guardiola untuk merengkuh gelar juara Liga Champions 2021-2022.

Nama Pep Guardiola lantas menjadi sorotan publik, bukan karena permainan Manchester City yang jelek, melainkan konspirasi kutukan dari Afrika yang melekat dalam diri Pep Guardiola.

Nyaris usai mendapat kutukan tersebut, pelatih yang identik dengan kepala plontosnya seakan kesusahan dalam meraih piala Liga Champions. Terakhir Pep Guardiola merasakan gelar juara Liga Champions pada tahun 2011 saat masih tangani Barcelona.

Kegagalan ini mengingatkan kembali kutukan yang diberikan kepada Pep Guardiola oleh orang Afrika yang berisi tentang orang Afrika tidak akan pernah merestuinya untuk kembali meraih gelar juara Liga Champions.

Kutukan tersebut bukan tanpa alasan, Dimitri Seluk selaku agen Yaya Toure merasa geram usai pemainnya selalu dibangkucadangkan oleh Pep Guardiola pada musim-musim terakhir Yaya Toure di Manchester City.

Dimitri Seluk pun berucap sumpah dari saking kesalnya, ia bersumpah bahwa Pep Guardiola tak akan pernah merasakan lagi gelar juara Liga Champions bersama tim yang ia latih.

Terbukti, dari tahun 2012 ia tidak pernah berhasil merengkuh juara bersama Bayern Munchen. Capaian terbaik Pep Guardiola hanya finis di peringkat kedua usai kalah dari sesama tim Inggris, Chelsea, di final Liga Champions musim 2020-2021 saat menahkodai Manchester City.

Kekalahan Manchester City atas Real Madrid menjadi pil pahit yang harus kembali ditelan oleh Pep Guardiola. Banyak yang berkonspirasi jika kegagalan Pep di Liga Champions tahun ini karena buntut dari kutukan orang Afrika kepadanya.

Seperti yang ditulis oleh akun Twitter @anasadani11, ia mengatakan bahwa “Pep Guardiola terkena kutukan dari Dukun Afrika.”

(Kontributor SuaraJogja.id: Moh. Afaf El Kurniawan)

Berita Terkait

Berita Terkini