🏆 FIFA World Cup 2026

DATA BELUM TERSEDIA

Ayo Bersaing, Indra Sjafri Minta Pemain Lokal Tingkatkan Kualitas jika Tak Ingin Digantikan Naturalisasi

Indra Sjafri tak ingin pemain lokal lembek. Harus bersaing dan tingkatkan level jika tak mau digeser oleh pemain naturalisasi

Kamis, 29 Juni 2023 | 14:23 WIB
Indra Sjafri usai laga uji coba Timnas Indonesia U-22 vs Bhayangkara FC (PSSI)

Indra Sjafri usai laga uji coba Timnas Indonesia U-22 vs Bhayangkara FC (PSSI)

Bolatimes.com - Direktur Teknik PSSI sekaligus Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, meminta pemain lokal untuk menaikkan level jika tak ingin posisinya digeser oleh pemain naturalisasi.

Kebijakan naturalisasi sejatinya pemain bukan hal baru. Namun, program tersebut kerap mengundang polemik, terlebih bila untuk kepentingan Timnas Indonesia.

Sejak kepelatihan dikomandoi oleh Shin Tae-yong, timnas beberapa kali menaturalisasi pemain keturunan Indonesia yang merumput di luar negeri. Keputusan itu mengundang pro-kontra.

Tak jarang ada yang menanyakan urgensi diadakannya proyek naturalisasi, mengingat Indonesia disebut memiliki stok pemain lokal yang melimpah dan tak kalah mumpuni. 

Indra Sjafri pun lantas mengungkapkan pandangannya ketika disinggung mengenai sampai kapan Indonesia perlu pemain naturalisasi.

Ia memastikan PSSI tidak akan menghentikan program naturalisasi. Indra Sjafri menegaskan yang bisa mengentikan itu adalah pemain Indonesia sendiri.

Pemain atau pelatih lokal mesti menunjukkan kualitasnya bila memang tidak ingin posisinya tergeser oleh penggawa asing atau naturalisasi.

"Jawabannya bukan sampai kapan," ungkapnya dalam program QnA yang ditayangkan YouTube Metro TV seperti dilongok Senin (26/6/2023).

"Kalau memang kita tidak mau seperti itu, contoh tak mau pemain asing jadi raja liga kita, ayo bersaing. Oleh sebab itu, kita yang harus meningkatkan kualitas," sambungnya.

Menurut Indra Sjafri, perlu persaingan secara sehat untuk menunjukkan kualitas pemain atau pelatih, andai memang merasa terancam dengan adanya proyek naturalisasi.

Baca Juga: Dikritik Netizen Indonesia, Saddil Ramdani Justru Berterima Kasih

"Sama halnya dengan pelatih, kita nggak mau Liga 1 dilatih oleh pelatih asing, tapi pelatih lokal, ya tingkatkan kualitas dan harus bersaing," ujarnya.

"Dunia ini sudah menglobal, tidak bisa kalau harus dibatasi-batasi," pungkasnya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pekan pembuka BRI Super League 2025/26 menyajikan kejutan dari kiper Persik Kediri, Leo Navacchio, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Bali United

bolaindonesia | 23:16 WIB

Polemik rumput JIS kembali mencuri perhatian penggemar sepak bola Indonesia, mempertanyakan mengapa stadion megah berbiaya Rp2 triliun ini terus bermasalah.

bolaindonesia | 12:18 WIB

Persija Jakarta mengawali BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan gemilang 4-0 atas Persita Tangerang

bolaindonesia | 01:21 WIB

Kodai Tanaka, striker asal Jepang, menjadi bintang kemenangan Laskar Sambernyawa dengan gol krusialnya, menandai debut impresif di sepak bola Indonesia.

bolaindonesia | 01:13 WIB

Saya yakin kami bisa menang, tapi banyak peluang gagal jadi gol, ujar pelatih asal Belanda itu.

bolaindonesia | 01:08 WIB

Pekan perdana BRI Super League 2025/26 langsung menyajikan partai panas antara Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Jakarta International Stadium (JIS)

bolaindonesia | 00:36 WIB

Manajemen Persik Kediri resmi mengumumkan skema harga tiket pertandingan kandang untuk kompetisi Super League 2025/2026,

bolaindonesia | 22:56 WIB

Timnas Putri U-17 Indonesia dipastikan tergabung dalam Grup C bersama Myanmar, Mongolia, dan Makau

bolaindonesia | 22:19 WIB

Duel ini tak hanya menjadi penanda dimulainya kompetisi, tetapi juga pertarungan awal dua calon kuat juara musim ini.

bolaindonesia | 22:13 WIB

Akademi Persib kembali menunjukkan tajinya dengan mempromosikan sejumlah talenta muda yang siap bersinar.

bolaindonesia | 21:48 WIB