🏆 FIFA World Cup 2026
First Stage · Group F Monday 15 June 2026
📍 Monterrey Stadium, Monterrey
Sweden 5
Tunisia 1
First Stage · Group G Monday 15 June 2026
📍 Seattle Stadium, Seattle
Belgium 1
Egypt 1
First Stage · Group H Monday 15 June 2026
📍 Atlanta Stadium, Atlanta
Spain 0
Cabo Verde 0
First Stage · Group H Monday 15 June 2026
📍 Miami Stadium, Miami
Saudi Arabia 1
Uruguay 1
First Stage · Group F Sunday 14 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
Netherlands 2
Japan 2
First Stage · Group E Sunday 14 June 2026
📍 Philadelphia Stadium, Philadelphia
Côte d'Ivoire 1
Ecuador 0
First Stage · Group E Sunday 14 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Germany 7
Curaçao 1
First Stage · Group D Sunday 14 June 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
Australia 2
Türkiye 0
First Stage · Group C Sunday 14 June 2026
📍 Boston Stadium, Boston
Haiti 0
Scotland 1
First Stage · Group D Saturday 13 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
USA 4
Paraguay 1
First Stage · Group B Saturday 13 June 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
Qatar 1
Switzerland 1
First Stage · Group C Saturday 13 June 2026
📍 New York/New Jersey Stadium, New Jersey
Brazil 1
Morocco 1
First Stage · Group A Friday 12 June 2026
📍 Guadalajara Stadium, Guadalajara
Korea Republic 2
Czechia 1
First Stage · Group B Friday 12 June 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Canada 1
Bosnia and Herzegovina 1
First Stage · Group A Thursday 11 June 2026
📍 Mexico City Stadium, Mexico City
Mexico 2
South Africa 0

Head to Head Regulasi Usang, Diciptakan Tahun 1970, Bikin Rugi Timnas Indonesia U-19 di 2022

Apakah regulasi usang ini masih relevan untuk digunakan?

Irwan Febri Rialdi | BolaTimes.com
Selasa, 12 Juli 2022 | 12:10 WIB
Timnas Indonesia U-19 merayakan gol ke gawang Myanmar di Piala AFF U-19 2022. (Instagram/@pssi)

Timnas Indonesia U-19 merayakan gol ke gawang Myanmar di Piala AFF U-19 2022. (Instagram/@pssi)

Bolatimes.com - Timnas Indonesia U-19 gagal ke semifinal Piala AFF U-19 2022 karena 'head to head'. Padahal torehan golnya 17, jauh lebih besar dari Vietnam dan Thailand.

Pada pertandingan pamungkas di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi pada Minggu (10/7) melawan Myanmar, Timnas Indonesia U-19 menang besar 5-1.

Sementara di tempat lain, Stadion Madya, Jakarta, dua tim, Vietnam vs Thailand 'bermain mata' dengan hanya mencetak 1 gol. Hasil laga kedua tim imbang 1-1.

Skor imbang 1-1 kedua negara ini jadi sangat menyakitkan publik Indonesia. Anak asuh Shin Tae-yong yang selama lima laga di babak fase grup A mencetak 17 gol dan hanya kebobolan 2 gol harus tersingkir.

Torehan 17 gol timnas Indonesia U-19 jauh lebih besar dibanding Vietnam dan Thailand yang lolos ke babak semifinal karena aturan head to head.

Vietnam yang jadi juara grup hanya mampu mencetak 12 gol dan kebobolan 1 gol. Sementara Thailand yang jadi runner up cuma menorehkan 7 gol dan kebobolan 1 gol.

Logikanya bukankah seharusnya timnas Indonesia melenggang ke babak semifinal? Ketiga tim sama-sama meraih poin 11 dan Indonesia jauh lebih unggul dari produktivitas gol.

Sayangnya karena regulas head to head, timnas Indonesia U-19 telan pil pahit.

Alasannya Vietnam dan Thailand dianggap lebih unggul produktivitas karena mampu mencetak masing-masing 1 gol dalam hasil seri 1-1 dalam laga di antara kedua tim. Sedangkan Indonesia main skor kacamata lawan kedua tim itu.

Aturan head to head sendiri dianggap sebagai aturan jadul. Menurut pelatih Shin Tae-yong, federasi sepak bola Asia Tenggara, AFF sudah sangat ketinggalan dengan terapkan aturan tersebut.

Baca Juga: Viral, Keputusan Kontroversial Wasit Asal Indonesia Tak Sahkan Gol Kamboja ke Gawang Laos d Piala AFF U-19 2022

“Regulasi turnamen ini aneh karena AFF masih memakainya, padahal sudah tak digunakan FIFA dan AFC. Jadi, ketidaklolosan kami ke semifinal tidak masuk akal,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.

Regulasi Head to Head Sudah Usang

Kegagalan Timnas Indonesia U-19 melangkah ke babak semifinal Piala AFF U-19 2022 karena regulasi usang memang ironis.

Yang jadi sorotan, aturan head to head di Piala AFF U-19 tahun ini jadi terasa aneh. Hal ini lantaran di tahun-tahun sebelumnya, AFF kerap menggunakan aturan produktivitas gol jika ada tim yang memiliki poin sama di babak fase grup.

Apabila poin, selisih gol dan produktivitas masih sama juga, barulah penentuannya berdasarkan head-to-head di antara dua-tiga tim yang memiliki catatan sama persis tersebut.

Pada Piala AFF U-19 2017, aturan produkvitas gol juga yang membuat pasukan Garuda Nusantara bisa lolos ke babak semifinal.

Saat itu, timnas Indonesia memiliki poin akhir yang sama dengan Myanmar dan Vietnam. Akan tetapi pasukan Garuda Nusantara punya produkvitas gol lebih baik dari dua tim itu.

Indonesia mencetak 19 gol dan kemasukan 4 gol. Sementara Myanmar kala itu mencetak 17 gol serta kemasukan 3 gol. Catatan sama juga ditorehkan Vietnam.

Namun karena AFF kala itu menerapkan aturan selisih gol, Indonesia yang saat itu lolos bersama Myanmar ke babak semifinal.

Aturan Selisih gol sebagai tie-breaker pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 1970, dan kemudian digunakan oleh Liga Sepak Bola Inggris pada tahun 1975.

Sejak itu, sebagian besar liga sepak bola Eropa serta turnamen di seluruh dunia menggunakan selisih gol untuk menentukan peringkat.

Yang juga jadi sorotan publik Indonesia ialah soal laga Vietnam vs Thailand di Stadion Madya, Jakarta. Kedua tim terkesan mencari aman saat kedudukan sudah imbang 1-1. 

Publik Indonesia menilai bahwa pemain kedua negara tidak berniat bermain dan hanya sekedar passing di area sendiri untuk menghabiskan waktu pertandingan. 

Meski kemudian media Vietnam, Zing News dalam ulasannya menyebut bahwa seharusnya publik Indonesia menyalahkan timnas mereka sendiri karena hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat melawan Vietnam dan Thailand. 

"Namun, Indonesia U-19 mungkin harus menyalahkan diri sendiri terlebih dahulu. Bermain di kandang sendiri, mereka masih tak berdaya menghadapi pertahanan baik Vietnam ataupun Thailand U-19. Dua hasil imbang tanpa gol itulah yang membuat mereka kesulitan di laga terakhir," ulas Zing News.

(Suara.com/Galih Prasetyo)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pekan pembuka BRI Super League 2025/26 menyajikan kejutan dari kiper Persik Kediri, Leo Navacchio, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Bali United

bolaindonesia | 23:16 WIB

Polemik rumput JIS kembali mencuri perhatian penggemar sepak bola Indonesia, mempertanyakan mengapa stadion megah berbiaya Rp2 triliun ini terus bermasalah.

bolaindonesia | 12:18 WIB

Persija Jakarta mengawali BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan gemilang 4-0 atas Persita Tangerang

bolaindonesia | 01:21 WIB

Kodai Tanaka, striker asal Jepang, menjadi bintang kemenangan Laskar Sambernyawa dengan gol krusialnya, menandai debut impresif di sepak bola Indonesia.

bolaindonesia | 01:13 WIB

Saya yakin kami bisa menang, tapi banyak peluang gagal jadi gol, ujar pelatih asal Belanda itu.

bolaindonesia | 01:08 WIB

Pekan perdana BRI Super League 2025/26 langsung menyajikan partai panas antara Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Jakarta International Stadium (JIS)

bolaindonesia | 00:36 WIB

Manajemen Persik Kediri resmi mengumumkan skema harga tiket pertandingan kandang untuk kompetisi Super League 2025/2026,

bolaindonesia | 22:56 WIB

Timnas Putri U-17 Indonesia dipastikan tergabung dalam Grup C bersama Myanmar, Mongolia, dan Makau

bolaindonesia | 22:19 WIB

Duel ini tak hanya menjadi penanda dimulainya kompetisi, tetapi juga pertarungan awal dua calon kuat juara musim ini.

bolaindonesia | 22:13 WIB

Akademi Persib kembali menunjukkan tajinya dengan mempromosikan sejumlah talenta muda yang siap bersinar.

bolaindonesia | 21:48 WIB