Bolaindonesia

Dibungkam Afghanistan, Shin Tae-yong: Taktik Tak Jalan, Passing Buruk

Shin Tae-yong ungkap sebab kekalahan Timnas Indonesia

Irwan Febri Rialdi

Pelatih Shin Tae-yong saat memantau skuad Timnas Indonesia U-18 menjalani internal game (dok. PSSI).
Pelatih Shin Tae-yong saat memantau skuad Timnas Indonesia U-18 menjalani internal game (dok. PSSI).

Bolatimes.com - Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, geram dengan kekalahan 0-1 anak asuhnya dari Afghanistan dalam laga uji coba di Stadion Gloria Antalya, Turki, Selasa (16/11/2021) malam WIB.

Shin Tae-yong menyoroti penampilan Evan Dimas dan kawan-kawan yang dinilainya masih meninggalkan banyak kekurangan, termasuk penerapan taktik dan teknik mengoper bola atau passing.

"Kita dapat hasil yang sangat disayangkan, harusnya kita bisa meraih kemenangan pada pertandingan kali ini," kata Shin Tae-yong dalam keterangan PSSI yang diterima Suara.com.

"Taktik tidak berjalan dengan apa yang saya inginkan dan juga ada jetlag juga dari pemain. Kondisi pemain saya lihat juga tidak begitu baik," terangnya.

Shin Tae-yong menegaskan bahwa timnas Indonesia harus segera bangkit dari kekalahan dan membenahi segala kekurangan dalam laga kontra Afghanistan, salah satunya perihal passing.

"Harus diperbaiki itu kesalahan dalam melakukan passing. Tadi gol yang terjadi itu bermula dari kesalahan passing yang dilakukan oleh pemain," kata Shin Tae-yong.

Setelah Afghanistan, timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Myanmar dalam laga uji coba pada 25 November mendatang di venue yang sama. Kemenangan diincar Skuad Garuda untuk menaikan moral tim jelang Piala AFF 2020.

"Untuk pertandingan selanjutnya melawan Myanmar harus kita menangkan," tegas pelatih 52 tahun tersebut.

Selain menghadapi Afghanistan dan Mynamar, timnas Indonesia juga dijadwalkan menjalani laga uji coba kontra tim kasta teratas Liga Turki (SuperLig), Antalyaspor pada 28 November 2021.

Uji coba ini merupakan rangkaian dari persiapan timnas Indonesia jelang menghadapi Piala AFF 2020 yang bakal bergulir pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 di Singapura.

Suara.com/Adie Prasetyo

Berita Terkait

Berita Terkini