Bolaindonesia

Dipanggil Timnas Indonesia, Osas Saha Mengaku Terkejut

Osas Saha masuk dalam daftar pemain Timnas Indonesia yang dipanggil Simon McMenemy untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Rauhanda Riyantama

Striker Tira-Persikabo, Osas Saha. (Instagram/osasmarvellous)
Striker Tira-Persikabo, Osas Saha. (Instagram/osasmarvellous)

Bolatimes.com - Striker Tira-Persikabo, Osas Saha, menjadi salah satu pemain yang dipanggil pelatih Simon McMenemy untuk memperkuat Timnas Indonesia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2020 melawan Malaysia dan Thailand. Ia pun mengaku terkejut dengan pemanggilan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Osas Saha merupakan salah satu pemain naturalisasi yang dipanggil oleh McMenemy. Pemain kelahiran Nigeria tersebut resmi menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) sejak tahun 2018 lalu.

Sejak menjadi WNI, pemain berusia 32 tahun itu mengaku tidak pernah berambisi menjadi bagian dari skuat Garuda. Ia hanya ingin menunjukkan penampilan terbaik di atas lapangan.

"Sebenarnya ya tidak (menyangka). Tapi bagi Tuhan ya tidak ada yang tidak mungkin," kata Osas Saha, seperti dikutip dari Suara.com.

"Sebenarnya tidak ya (ambisi masuk timnas). Tapi akhirnya saya punya kesempatan untuk banggakan tim yang saya bela ini dengan masuk tim nasional," jelasnya.

Ini merupakan pertama kalinya bagi Osas Saha berseragam Garuda. Oleh karena itu, ia sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya bisa memperkuat tim nasional.

"Ya saya berterima kasih ke seluruh masyarakat, dan juga saya terima kasih sama coach (Rahmad Darmawan) yang sudah memberikan saya kepercayaan. Saya janji akan tampil all out bersama timnas, semoga saya bisa memberikan kinerja yang terbaik," pungkasnya.

Penyerang Tira-Persikabo, Osas Saha merayakan gol. (Instagram/@officialpersikabo)
Penyerang Tira-Persikabo, Osas Saha merayakan gol. (Instagram/@officialpersikabo)

 

Tentang tempat utama di timnas, Osas Saha mengaku tidak ambil pusing. Baginya, seluruh pemain yang dipanggil ke timnas wajib kompak tanpa merasa ada persaingan.

"Kita tidak ada persaingan ya karena kita berada dalam satu negara. Jadi kita semua adalah satu. Jadi semuanya ya satu, tidak ada lawan ataupun kawan di tim. Bagi saya tidak ada persaingan ya," pungkasnya.

Pertandingan melawan Malaysia akan berlangsung pada 5 September mendatang. Setelah itu pada 10 September 2019 timnas akan menghadapi Thailand. Kedua laga tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Berita Terkait

Berita Terkini