🏆 FIFA World Cup 2026

DATA BELUM TERSEDIA

3 Alasan Juventus Gagal Total di Liga Champions Musim Ini

Juventus gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions usai duduki peringkat tiga klasemen Grup H.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 16:30 WIB
Dusan Vlahovic cetak gol penyama kedudukan saat Juventus ditahan imbang Bologna 1-1. (AFP)

Dusan Vlahovic cetak gol penyama kedudukan saat Juventus ditahan imbang Bologna 1-1. (AFP)

Bolatimes.com - Kekalahan Juventus dari Benfica sekaligus menjadi puncak gagal totalnya Si Nyonya Tua di Liga Champions 2022-2023, sederet alasan masuk akal jadi penyebabnya.

Juventus menelan kekalahan tipis dari Benfica pada matchday kelima babak penyisihan grup Liga Champions, Rabu (26/10/2022).

Estadio da Luz menjadi kuburan bagi Juventus usai kalah dari Benfica 4-3, tersingkir dari Liga Champions jadi puncak kegagalan tim ini.

Bagaimana Juventus bisa babak belur, dari lima pertandingan fase grup hanya bisa meraih satu kemenangan dan harus menelan empat kekalahan.

Si Nyonya Tua berada di peringkat ketiga fase Grup H dengan raihan 3 poin, itupun poin yang sama diraih Maccabi Haifa.

Wakil Italia hanya beruntung unggul selisih gol dari wakil Israel, hingga tak mendekam di dasar klasemen babak penyisihan grup.

Lantas apa yang jadi penyebabnya? setidaknya ada 3 penyebab yang menjadikan raksasa Turin bobrok di Liga Champions, berikut di antaranya.

1. Taktik Melempem

Dalam dua pertandingan melawan Benfica, Juventus dua kali menelan kekalahan tipis dengan skor 1-2 dan 3-4, hal itu membuktikan taktik Si Nyonya Tua tidak efektif.

Juventus tentu lebih unggul dari komposisi para pemain, namun Benfica lebih pandai dalam memanfaatkan kelemahan lawan.

Baca Juga: Konyol, Momen Antony Pamer Skill Muter-muter yang Berujung Salah Umpan

2. Tak Ada Variasi

Membuka babak penyisihan grup Liga Champions musim ini, Juventus menelan kekalahan dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 1-2.

Juventus menerapkan taktik menekan, namun orientasinya ke pemain bukan taktik permainan lawan dan hal itu tidak berjalan baik.

3. Salah Allegri

Masimilliano Allegri tetap menjadi aktor pertama yang paling bertanggung jawab atas performa buruk Juventus di Liga Champions.

Sebagai peracik strategi, Allegri terlalu kolot dan tetap meyakini racikan melempemnya di awal babak penyisihan grup tetap diandalkan hingga matchday kelima.

Kontributor: Eko
×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ronaldinho, yang bermain untuk Barcelona antara 2003 hingga 2008, memang fenomena.

boladunia | 21:14 WIB

Bayern Munich tampil superior dalam laga persahabatan internasional melawan Tottenham Hotspur, Jumat (8/8/2025) dini hari WIB.

boladunia | 21:20 WIB

Legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman, akan menerima Eredivisie Oeuvre Award

boladunia | 22:45 WIB

Jamory L., pelatih asal Belanda berusia 44 tahun, ditahan oleh otoritas di Siprus atas dugaan kasus pelecehan seksual

boladunia | 22:24 WIB

Dunia sepak bola berduka atas kepergian Jorge Costa, direktur sepak bola dan mantan kapten legendaris FC Porto, yang meninggal dunia

boladunia | 11:07 WIB

Dunia sepak bola dikejutkan dengan kabar kepindahan Son Heung-Min, kapten Tottenham Hotspur, ke Los Angeles FC

boladunia | 19:31 WIB

Kevin Diks bek Timnas Indonesia berusia 28 tahun, langsung mencuri perhatian sejak bergabung dengan Borussia Monchengladbach pada Juli 2025.

boladunia | 21:41 WIB

Cheuko dilarang berada di area teknis setelah insiden usai kemenangan Inter Miami 2-1 atas Club Atlas pada 30 Juli 2025.

boladunia | 19:04 WIB

Lionel Messi, kapten Inter Miami, terpaksa meninggalkan lapangan karena cedera hamstring hanya 10 menit setelah kick-off melawan Club Necaxa

boladunia | 18:03 WIB

Keputusan ini diambil menyusul performa buruk tim yang terpuruk dalam 10 laga tanpa kemenangan.

boladunia | 18:49 WIB