🏆 FIFA World Cup 2026
First Stage · Group L Tuesday 23 June 2026
📍 Boston Stadium, Boston
England -
Ghana -
First Stage · Group L Tuesday 23 June 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Panama -
Croatia -
First Stage · Group I Tuesday 23 June 2026
📍 New York/New Jersey Stadium, New Jersey
Norway 3
Senegal 2
First Stage · Group J Tuesday 23 June 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
Jordan 1
Algeria 2
First Stage · Group K Tuesday 23 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Portugal 3
Uzbekistan 0
First Stage · Group G Monday 22 June 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
New Zealand 1
Egypt 3
First Stage · Group J Monday 22 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
Argentina 2
Austria 0
First Stage · Group I Monday 22 June 2026
📍 Philadelphia Stadium, Philadelphia
France 3
Iraq 0
First Stage · Group F Sunday 21 June 2026
📍 Monterrey Stadium, Monterrey
Tunisia 0
Japan 4
First Stage · Group E Sunday 21 June 2026
📍 Kansas City Stadium, Kansas City
Ecuador 0
Curaçao 0
First Stage · Group H Sunday 21 June 2026
📍 Atlanta Stadium, Atlanta
Spain 4
Saudi Arabia 0
First Stage · Group G Sunday 21 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
Belgium 0
IR Iran 0
First Stage · Group H Sunday 21 June 2026
📍 Miami Stadium, Miami
Uruguay 2
Cabo Verde 2
First Stage · Group E Saturday 20 June 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Germany 2
Côte d'Ivoire 1
First Stage · Group F Saturday 20 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Netherlands 5
Sweden 1
First Stage · Group C Saturday 20 June 2026
📍 Philadelphia Stadium, Philadelphia
Brazil 3
Haiti 0
First Stage · Group D Saturday 20 June 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
Türkiye 0
Paraguay 1
First Stage · Group A Friday 19 June 2026
📍 Guadalajara Stadium, Guadalajara
Mexico 1
Korea Republic 0
First Stage · Group D Friday 19 June 2026
📍 Seattle Stadium, Seattle
USA 2
Australia 0
First Stage · Group C Friday 19 June 2026
📍 Boston Stadium, Boston
Scotland 0
Morocco 1
First Stage · Group K Thursday 18 June 2026
📍 Mexico City Stadium, Mexico City
Uzbekistan 1
Colombia 3
First Stage · Group A Thursday 18 June 2026
📍 Atlanta Stadium, Atlanta
Czechia 1
South Africa 1
First Stage · Group B Thursday 18 June 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
Canada 6
Qatar 0
First Stage · Group B Thursday 18 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
Switzerland 4
Bosnia and Herzegovina 1
First Stage · Group J Wednesday 17 June 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
Austria 3
Jordan 1
First Stage · Group K Wednesday 17 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Portugal 1
Congo DR 1
First Stage · Group L Wednesday 17 June 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Ghana 1
Panama 0
First Stage · Group J Wednesday 17 June 2026
📍 Kansas City Stadium, Kansas City
Argentina 3
Algeria 0
First Stage · Group L Wednesday 17 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
England 4
Croatia 2

Mengenal Derby Corsica, Pertandingan Paling Mencekam di Liga Prancis

Begini kisah Derby Corsica hingga dijuliki paling mencekam di Liga Prancis.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Rabu, 16 Maret 2022 | 18:57 WIB
Potret Derby Corsica antara SC Bastia melawan AC Ajaccio. (BBC)

Potret Derby Corsica antara SC Bastia melawan AC Ajaccio. (BBC)

Bolatimes.com - Mengenal Derby Corsica, sebuah rivalitas panas di Liga Prancis Prancis antara dua klub asal Pulau Corsica, yakni SC Bastia dan AC Ajaccio.

Berbicara sepak bola Prancis, semua orang akan sepakat bahwa rivalitas atau derby paling panas adalah saat Paris Saint-Germain bertemu Olympique Marseille.

Derby antara kedua tim ini bahkan dijuluki sebagai Le Classique atau laga klasik yang hampir mirip dengan El Clasico di Spanyol ataupun Argentina.

Duel kedua tim ini pun sempat mengundang perhatian karena suporter kedua tim kerap berkonfrontasi satu sama lain.

Tak hanya ke sesama suporter, bahkan ada pula duel antar suporter dan pemain atau bahkan pemain dengan pemain. Hal semacam ini menggambarkan rivalitas kedua tim.

Tak hanya Le Classique, ada pula Derby lainnya yakni Derby Rhone-Alpes antara Olympique Lyonnais dan Saint-Etienne.

Berbeda dengan Le Classique, Derby Rhone-Alpes ini merupakan Derby antar dua klub sekota yang berada di wilayah Auvergne Rhone Alpes.

Derby Rhone Alpes ini pun tak kalah menarik dan sempat melahirkan perseteruan antar suporter dan juga antar pemain.

Dari sekian banyak Derby di Prancis, mungkin Derby para tim papan atas itu masih kalah menarik dari Derby Corsica yang melibatkan tim-tim kasta bawa. Dua tim yang terlibat dalam Derby Corsica itu adalah SC Bastia dan AC Ajaccio.

Lantas, bagaimana kisah Derby Corsica itu sendiri? Mengapa Derby ini disebut derby paling mencekam di Liga Prancis?

Baca Juga: Klasemen Terbaru Liga 1 2021: Bhayangkara FC Tersingkir dari Persaingan Juara usai Dikalahkan Persipura

Potret suporter SC Bastia. (BBC)
Potret suporter SC Bastia. (BBC)

Derby Corsica yang Memisahkan Pulau

Sesuai namanya, Derby Corsica sendiri hadir di Pulau Corsica yang berisikan dua tim dengan rekam jejak menawan, yakni SC Bastia dan AC Ajaccio.

Karena punya rekam jejak menawan dan berasal dari satu wilayah yang sama, rivalitas antara SC Bastia dan AC Ajaccio.

Derby ini kembali menjadi perbincangan karena baik Bastia dan Ajaccio kini berada dalam satu kasta yang sama, yakni Ligue 2 atau kasta kedua.

Delapan tahun sebelumnya atau pada 2014 silam, Bastia sempat tampil di Ligue 1 bersama Ajaccio dan menjalani Derby terakhirnya.

Uniknya di Derby terakhirnya pada 2014 lalu, Bastia mampu mengalahkan Ajaccio 2-1 sehingga rivalnya turun kasta ke Ligue 2.

Setelahnya giliran Bastia yang turun kasta hingga ke divisi lima pada 2017 karena masalah keuangan yang membuat mereka kehilangan status profesional.

Setelah delapan tahun terpisah, kini Bastia dan Ajaccio bersatu kembali di kasta kedua. Hal ini pun menarik atensi banyak pihak mengingat rivalitas kedua tim dalam balutan Derby Corsica.

Dilansir dari BBC Sports, Derby Corsica ini bahkan memisahkan Pulau Corsica dalam dua wilayah besar di pulau tersebut.

Ajaccio berada di Corse du Sud Department di bagian Barat Daya Corsica, sedangkan Bastia di wilayah Bastia Haute Corse di Timur Laut.

“Derby melawan Bastia sangat penting bagi suporter karena ini persoalan kekuasaan wilayah,” ujar salah satu pendukung Ajaccio bernama Anthony Tognetti.

“Di luar sepak bola, Ajaccio dan Bastia selalu menjadi rival. Ada pertentangan di antara dua kota ini,” lanjutnya.

Bahkan karena rivalitas ini, otoritas sepak bola di Prancis melarang kedua pendukung kesebelasan hadir saat laga Derby Corsica.

“Atmosfer di antara dua ultras bisa memanas, terutama saat pertandingan. Banyak insiden di masa lampau dan sejak sekarang suporter dilarang datang ke laga Derby,” ujar Tognetti.

Pertemuan antara Bastia dan Ajaccio pun jauh dari kata sepak bola. Kedua suporter hanya berhadapan dan bertemu karena semuanya adalah soal pertengkaran.

“Bagi para pendukung normal (bukan ultras), ini (Derby Corsica) semuanya tentang pertengkaran dan Macagna (sebuah lelucon) dalam pertandingan,” pungkas Tognetti.

Karena berasal dari pulau yang sama, mana di antara Bastia dan Ajaccio yang memiliki jumlah pendukung terbanyak?

Usut punya usut, Bastia unggul atas rival sekotanya itu soal jumlah pendukung. Hal ini tak lepas dari sejarah Bastia sendiri sebagai klub.

Bastia pernah menjuarai Piala Prancis pada 1981. Bahkan, mereka hampir menjadi juara Eropa andai tak kalah dua leg di final Piala UEFA 1978 kala berhadapan dengan PSV Eindhoven.

“Bastia adalah klub bersejarah. Banyak tim yang menyangka bahwa Bastia adalah klub yang menggambarkan orang Corsica,” ujar Didier Rey, Profesor Universitas Corsica.

“Bastia memiliki suporter lebih banyak daripada Ajaccio dan Anda akan menemukannya di seluruh tempat di Corsica, termasuk Ajaccio,” lanjutnya.

Meski punya basis suporter lebih besar, Bastia nampaknya harus mengalah terlebih dulu di musim ini dari Ajaccio. Hal ini jika dilihat dari posisi keduanya di klasemen Ligue 2 musim ini.

Bastia harus terseok-seok di papan bawah dan menduduki peringkat ke-12 dalam 29 pertandingan yang telah dijalani.

Sedangkan Ajaccio duduk di tempat keempat dan berhasrat bisa promosi ke Ligue 1 setelah sempat gagal di babak Play Off dalam beberapa tahun terakhir.

(Kontributor: Vikal Pamungkas)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ronaldinho, yang bermain untuk Barcelona antara 2003 hingga 2008, memang fenomena.

boladunia | 21:14 WIB

Bayern Munich tampil superior dalam laga persahabatan internasional melawan Tottenham Hotspur, Jumat (8/8/2025) dini hari WIB.

boladunia | 21:20 WIB

Legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman, akan menerima Eredivisie Oeuvre Award

boladunia | 22:45 WIB

Jamory L., pelatih asal Belanda berusia 44 tahun, ditahan oleh otoritas di Siprus atas dugaan kasus pelecehan seksual

boladunia | 22:24 WIB

Dunia sepak bola berduka atas kepergian Jorge Costa, direktur sepak bola dan mantan kapten legendaris FC Porto, yang meninggal dunia

boladunia | 11:07 WIB

Dunia sepak bola dikejutkan dengan kabar kepindahan Son Heung-Min, kapten Tottenham Hotspur, ke Los Angeles FC

boladunia | 19:31 WIB

Kevin Diks bek Timnas Indonesia berusia 28 tahun, langsung mencuri perhatian sejak bergabung dengan Borussia Monchengladbach pada Juli 2025.

boladunia | 21:41 WIB

Cheuko dilarang berada di area teknis setelah insiden usai kemenangan Inter Miami 2-1 atas Club Atlas pada 30 Juli 2025.

boladunia | 19:04 WIB

Lionel Messi, kapten Inter Miami, terpaksa meninggalkan lapangan karena cedera hamstring hanya 10 menit setelah kick-off melawan Club Necaxa

boladunia | 18:03 WIB

Keputusan ini diambil menyusul performa buruk tim yang terpuruk dalam 10 laga tanpa kemenangan.

boladunia | 18:49 WIB