DATA BELUM TERSEDIA

5 Efek Negatif Terlalu Banyak Makan Daging, Awas Risiko Penyakit

Terlalu banyak makan daging bisa memicu penyakit tertentu. Sesuai takaran ya, jangan kebanyakan

Irwan Febri BolaTimes.com
Rabu, 28 Juni 2023 | 18:16 WIB
5 Efek Negatif Terlalu Banyak Makan Daging, Awas Risiko Penyakit

5 Efek Negatif Terlalu Banyak Makan Daging, Awas Risiko Penyakit

hitekno.com - Idul Adha adalah salah satu hari raya besar dalam agama Islam yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Dalam perayaan Idul Adha, umat Muslim biasanya menyembelih hewan ternak seperti domba, sapi, atau kambing sebagai bentuk pengorbanan dan mengikuti jejak Nabi Ibrahim.

Daging hewan yang disembelih tersebut kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan.

Daging hasil dari penyembelihan hewan kurban ini biasanya dimasak dan disajikan dalam berbagai hidangan seperti gulai, sate, rendang, atau sup.

Bagi umat Muslim, makan daging kurban ini juga menjadi salah satu cara untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan sosial dengan sesama.

Meski begitu, terlalu banyak makan daging dapat memiliki beberapa efek negatif pada kesehatan seseorang. Beberapa efek tersebut mungkin antara lain sebagai berikut:

1. Penyakit jantung

Konsumsi daging merah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Daging merah mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi yang dapat menyumbat arteri dan meningkatkan tekanan darah.

2. Kenaikan berat badan

Daging mengandung kalori tinggi dan lemak jenuh, yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Kenaikan berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit terkait seperti diabetes tipe 2.

3. Kanker

Baca Juga: Asal Usul Jawa di Kaledonia Baru, Negara Wakil Oseania yang Lolos ke Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar. Daging yang diproses seperti sosis, ham, dan daging asap juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

4. Masalah pencernaan

Konsumsi daging berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit, diare, dan gangguan pencernaan lainnya. Daging yang tinggi lemak dan rendah serat dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan ketidaknyamanan.

5. Kerusakan ginjal

Makan terlalu banyak daging dapat meningkatkan beban kerja ginjal karena protein yang tinggi. Ginjal harus bekerja lebih keras untuk memproses dan menghilangkan produk sampingan metabolisme protein, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jangka panjang.

Penting untuk mengonsumsi daging dengan bijak dan seimbang dengan makanan lainnya.

Disarankan untuk memilih daging yang rendah lemak, seperti daging tanpa lemak, ikan, atau sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Penting juga untuk memperhatikan ukuran porsi dan menggabungkan daging dengan makanan sehat lainnya seperti sayuran dan buah-buahan.

×
Zoomed
TERKINI

Local Media Community (LMC), sebuah jejaring yang menaungi ratusan media lokal serta penerbit kecil dan menengah di berb...

bolatainment | 17:47 WIB

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri media digital, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp...

bolatainment | 09:39 WIB

Perusahaan media digital tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp1,763 miliar atau meningkat 45,1 persen dibandingkan ...

bolatainment | 19:17 WIB

Salah satu cara menyiapkan dana darurat paling efektif untuk menjaga stabilitas finansial adalah memiliki dana darurat y...

bolatainment | 18:13 WIB

Mudik saat Hari Raya Idul Fitri 2026 tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama keluarga....

bolatainment | 08:00 WIB