Arena

Kemaluannya Ditendang, Atlet Silat PON Sulawesi Selatan Dilarikan ke RS

Waduh, sampai merintih kesakitan si atlet

Irwan Febri Rialdi

Hamry pesilat Sulawesi Selatan mengerang kesakitan setelah ditendang oleh Tiel Taraipos pada babak penyisihan cabang olahraga pencak silat di GOR Toware Kabupaten Jayapura, Jumat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Hamry pesilat Sulawesi Selatan mengerang kesakitan setelah ditendang oleh Tiel Taraipos pada babak penyisihan cabang olahraga pencak silat di GOR Toware Kabupaten Jayapura, Jumat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Bolatimes.com - Atlet silat Sulawesi Selatan, Hamry, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari setelah kemaluannya terkena tendangan pesilat tuan rumah Tiel Taraipos saat berlaga di GOR Toware dalam pertandingan PON Papua 2021.

Penanggung jawab medical pencak silat PON, dr Sandi, membawa Hamry ke rumah sakit untuk memastikan selangkangannya aman. Atlet tersebut bakal dirontgen.

"Kita curigai ada trauma di selangkangannya. Untuk memastikannya kita rujuk ke rumah sakit yang ada foto rontgen," kata dr Sandi di Jayapura, Jumat.

Sebelum dilarikan ke RSUD Yowari, tim medis di venue pencak silat terlebih dahulu memastikan apakah ada pendarahan atau tidak pada alat vital pesilat Sulawesi Selatan ini.

Perwakilan dari kontingen Sulsel melayangkan protes keras ke ketua panitia pertandingan karena merasa atletnya dicurangi saat bertanding di GOR Toware Kabupaten Jayapura, Jumat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Perwakilan dari kontingen Sulsel melayangkan protes keras ke ketua panitia pertandingan karena merasa atletnya dicurangi saat bertanding di GOR Toware Kabupaten Jayapura, Jumat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

"Saat kita periksa tidak pendarahan," kata dr Sandi.

Namun, saat dokter memeriksa area tulang simfisis, Hamry mengerang kesakitan dan dicurigai ada memar atau cedera pada bagian itu akibat tendangan yang dialaminya.

"Melihat kondisi itu, pasien langsung kita rujuk menggunakan infus," ujarnya seperti dimuat Antara.

Hamry terpaksa dilarikan dokter ke RSUD Yowari setelah area sensitifnya tertendang Tiel Taraipos pada babak penyisihan pencak silat kelas D (60-65 kilogram) putra.

Pada pertandingan itu, panitia pertandingan menetapkan pesilat tuan rumah menang teknik. Namun, sesaat sebelum ada keputusan, wakil kontingen Sulawesi Selatan melayangkan protes keras kepada Ketua Panitia Pertandingan karena merasa atletnya dicurangi.

Laga sempat terhenti sekitar 20 menit sebelum panitia pertandingan menetapkan Tiel Taraipos menang teknik atas Hamry.

(Suara.com)

Berita Terkait

Berita Terkini