DATA BELUM TERSEDIA

Ini Alasan Vardy Batal Jadi Eksekutor Penalti Kelima Inggris

Jamie Vardy sejatinya menjadi penendang kelima saat adu penalti melawan Kolombia.

Stefanus Aranditio BolaTimes.com
Kamis, 05 Juli 2018 | 00:55 WIB
Ini Alasan Vardy Batal Jadi Eksekutor Penalti Kelima Inggris

Ini Alasan Vardy Batal Jadi Eksekutor Penalti Kelima Inggris

hitekno.com - Penyerang timnas Inggris, Jamie Vardy batal menjadi eksekutor saat babak adu penalti melawan Kolombia di Stadion Spartak, Moskow, Rabu (4/7/2018) malam WIB.

Pada pertandingan tersebut Vardy masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Raheem Sterling pada menit ke-88. Masuknya Vardy tidak menambah pundi gol Inggris, tim Tiga Singa justru kebobolan di menit akhir. Pertandingan dilanjutkan hingga babak adu penalti.

Sejatinya, Vardy ditunjuk sebagai eksekutor kelima, namun ia merasa sakit dan digantikan oleh Erik Dier yang mengakhiri pertandingan itu dengan kemenangan Inggris atas Kolombia.

Jamie Vardy merayakan kemenangan Inggris sambil menahan rasa sakit cedera pangkal paha (Sumber: Twitter)
Jamie Vardy merayakan kemenangan Inggris sambil menahan rasa sakit cedera pangkal paha (Sumber: Twitter)

Cedera menjadi alasan kenapa Vardy batal menjadi eksekutor. Vardy divonis mengalami cedera pangkal paha dan dia kini dilaporkan telah mendapatkan suntikan di daerah sakit agar segera pulih.

Kini pemain berusia 31 tahun itu akan berjuang melawan rasa sakit pangkal paha untuk bertemu Swedia pada babak delapan besar Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Sabtu (7/7/2018) 21:00 WIB.

×
Zoomed
TERKINI

MLSC 2026/2027 berekspansi ke tiga kota baru demi menjaring talenta muda pesepak bola putri Indonesia menuju ajang Piala...

boladunia | 15:11 WIB

Simak profil lengkap skuat Timor Leste yang akan menantang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Tim ini diperkuat paduan ...

boladunia | 12:49 WIB

Kapan pertandingan Piala Super Eropa 2025 akan digelar?...

boladunia | 22:40 WIB

Bagi Rafael, kebiasaan ini terasa mengganggu....

boladunia | 22:16 WIB

Ronaldinho, yang bermain untuk Barcelona antara 2003 hingga 2008, memang fenomena....

boladunia | 21:14 WIB