Liga italia 1 November 2026
Udinese 2
AS Roma 5
Liga inggris 1 November 2026
Tottenham 2
Crystal Palace 0
Liga jerman 1 November 2026
Bayern Munchen 2
Borussia Dortmund 2
Liga spanyol 1 November 2026
Real Betis 2
Malaga 1
Liga italia 1 November 2026
AC Milan 3
Inter Milan 1
Liga prancis 1 November 2026
Troyes 2
Le Mans 0
Liga inggris 1 November 2026
Aston Villa 1
Fulham 1
Liga spanyol 1 November 2026
Barcelona 6
Alaves 1
Liga prancis 31 Oktober 2026
LE Havre 1
PSG 5
Liga jerman 31 Oktober 2026
SV Elversberg 4
FSV Mainz 05 1
Liga spanyol 31 Oktober 2026
Villarreal 0
Espanyol 1
Liga prancis 31 Oktober 2026
Lille 1
Lens 0
Liga indonesia 31 Oktober 2026
Persik Kediri 1
Persita 5
Liga indonesia 31 Oktober 2026
PSM Makassar 0
Madura United 1
Liga indonesia 31 Oktober 2026
Arema FC 1
Bali United 3
Liga indonesia 31 Oktober 2026
Dewa United 2
Persija 1
Liga inggris 31 Oktober 2026
Chelsea 2
Man United 0
Liga spanyol 31 Oktober 2026
Levante 0
Atletico Madrid 2
Liga italia 31 Oktober 2026
Bologna 2
Monza 1
Liga jerman 31 Oktober 2026
FC Schalke 04 0
RB Leipzig 2
Liga jerman 31 Oktober 2026
FC Augsburg 1
SC Freiburg 2
Liga jerman 31 Oktober 2026
Bayer Leverkusen 2
VfB Stuttgart 4
Liga jerman 31 Oktober 2026
Borussia Monchengladbach 0
SC Paderborn 07 0
Liga jerman 31 Oktober 2026
Werder Bremen 2
Hoffenheim 0
Liga inggris 31 Oktober 2026
Coventry 3
Sunderland 1
Liga inggris 31 Oktober 2026
Hull City 2
Ipswich 2
Liga inggris 31 Oktober 2026
Brentford 2
Nottingham Forest 0
Liga inggris 31 Oktober 2026
Man City 0
Brighton 1
Liga inggris 31 Oktober 2026
Bournemouth 2
Leeds United 0
Liga spanyol 31 Oktober 2026
Rayo Vallecano 3
Celta Vigo 0
Liga prancis 31 Oktober 2026
Nice 5
Rennes 2
Liga italia 30 Oktober 2026
Frosinone 5
Lecce 1
Liga italia 30 Oktober 2026
Fiorentina 2
Atalanta 2
Liga indonesia 30 Oktober 2026
Java United 2
Bhayangkara FC 0
Liga indonesia 30 Oktober 2026
Persebaya Surabaya 1
Persijap 1
Liga italia 29 Oktober 2026
Parma 0
Udinese 0
Liga italia 29 Oktober 2026
Venezia 0
Inter Milan 2
Liga italia 29 Oktober 2026
AC Milan 2
Bologna 4
Liga italia 29 Oktober 2026
Monza 1
Napoli 4
Liga italia 29 Oktober 2026
Genoa 2
Juventus 0
Liga italia 28 Oktober 2026
Sassuolo 2
Lazio 6
Liga italia 28 Oktober 2026
Torino 1
Como 3
Liga italia 28 Oktober 2026
AS Roma 4
Cagliari 2
Liga prancis 27 Oktober 2026
PSG 2
Lyon 0
Liga spanyol 27 Oktober 2026
Sevilla 2
Osasuna 0
Liga indonesia 27 Oktober 2026
PSS Sleman 1
Borneo FC 2
Liga italia 26 Oktober 2026
Lecce 0
Juventus 2
Liga spanyol 26 Oktober 2026
Real Sociedad 2
Levante 1
Liga italia 26 Oktober 2026
Udinese 0
AC Milan 2
Liga spanyol 26 Oktober 2026
Barcelona 1
Real Madrid 2
Liga indonesia 26 Oktober 2026
Persija 2
Persik Kediri 1
Liga indonesia 26 Oktober 2026
Persebaya Surabaya 3
Madura United 1
Liga indonesia 26 Oktober 2026
Bhayangkara FC 0
PSM Makassar 0

Ditumbangkan Petenis Jerman, Andy Murray Akui Tampil Buruk Pantas Kalah

Andy Murray tidak dapat memanfaatkan kesempatan usai dapat wildcard.

Husna Rahmayunita BolaTimes.com
Selasa, 02 November 2021 | 15:59 WIB
Ditumbangkan Petenis Jerman, Andy Murray Akui Tampil Buruk Pantas Kalah

Ditumbangkan Petenis Jerman, Andy Murray Akui Tampil Buruk Pantas Kalah

bolatimes.com - Andy Murray mengaku tak pantas menang setelah kalah dari petenis Jerman, Dominik Koepfer di Paris Masters. Mantan petenis nomor satu dunia itu mengungkap kekurangannya.

Bertanding pada Selasa (2/11/2021) WIB, Andy Murray gagal mengonversi tujuh match point hingga tumbang di babak pertama Paris Masters.

Petenis berusia 34 tahun itu tidak dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik seusai mengantongi wildcard untuk bertanding di turnamen ini.

Meski begitu dia menunjukkan tekad kuat untuk bangkit dari set pertama dengan memenangi set kedua guna memaksakan pertandingan set ketiga sebelum Koepfer menang 6-4, 5-7, 7-6.

"Saya tidak pantas memenangi pertandingan karena saya tidak bermain cukup baik," kata Murray seperti dilaporkan AFP.

Sementara rivalnya, Koepfer ialah pengganti petenis kualifikasi asal Amerika Jenson Brooksby mengundurkan diri karena sakit perut beberapa jam sebelum pertandingan, memegang servis pada set kedua.

Murray yang loyo di set awal, mendapat semangat dari penonton. Ia bangkit dan mematahkan lawannya yang berperingkat 55 itu untuk merebut set kedua.

Set ketiga merupakan duel yang menegangkan di mana Murray menyelamatkan tiga break point saat 0-40 pada kedudukan 3-3.

Meski begitu, Murray tidak bisa menyelesaikan comeback karena dia membiarkan begitu banyak match point ketika Koepfer melakukan servis untuk bertahan pada kedudukan 4-5 dan kemudian lima lagi pada tie-break yang epik.

Namun, Koepfer yang menunjukkan bagaimana memanfaatkan peluang ketika peluang itu muncul saat dia mengonversi match point pertamanya. Petenis nomor 144 dunia itu mengakui penampilannya sendiri buruk.

Baca Juga: Profil Jimmy Napitupulu, Mantan Wasit FIFA yang Sindir Perut Buncit Wasit

"Hal yang paling membuat saya kecewa adalah cara saya bermain malam ini, jujur saja," kata Murray yang akan bermain dalam ajang Stockholm sebelum menutup musimnya.

"Saya melakukannya dengan sangat baik menempatkan diri saya pada posisi untuk memenangi pertandingan, tetapi saya pikir saya tidak pantas menang. Jelas saya memiliki banyak peluang untuk melakukannya, tetapi cara saya bermain malam ini tidak cukup baik," demikian dikutip dari Antara.

×
Zoomed
TERKINI

Kegiatan Youth Economics Summit (YES) 2025 di Jakarta pada akhir pekan lalu sukses digelar....

arena | 14:39 WIB

Pabrikan otomotif asal Vietnam ini memilih strategi jangka panjang yang membangun kepercayaan, bukan sekadar memangkas h...

arena | 10:14 WIB

Bagi pemula, push rank sering kali terasa menantang karena harus berhadapan dengan pemain yang lebih berpengalaman....

arena | 10:40 WIB

Perubahan aturan di olahraga padel tengah disuarakan oleh para pemain....

arena | 18:33 WIB

Tapi kamu jangan ngaku anak Padel, kalau belum tahu kosakata unik dalam Padel....

arena | 14:49 WIB